Pengaruh Inokulasi Rhizobium Dan Pupuk Fosfat Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L) Merrill) Kultivar Argomulyo

Rochanda Wiradinata, Iman Sungkawa, Irhamudin Irhamudin

Sari


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Inokulasi Rhizobium dan Pupuk Fosfat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L Merrill) Kultivar Argomulyo Percobaan dilaksanakan di lahan sawah Desa Panongan kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon. Lokasi penelitian memiliki jenis tanah lempung berliat, suhu udara berkisar antara 250C - 300C, kelembapan 80%, ketinggian 25 m dpl dan memiliki derajat kemasaman tanah (pH) 5,73 (agak masam). Curah hujan 2221,4 mm/tahun dan lama penyinaran matahari 12 jam/hari. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2014 sampai Mei 2014. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Penelitian ini terdiri dari dua faktor. Faktor Inokulasi Rhizobium (R) terdiri dari 3 taraf yaitu : 0 g/kg benih,  5 g/kg benih, 10 g/kg benih dan Faktor takaran Pupuk Fosfat (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : 75 kg/ha, 150 kg/ha, 225 kg/ha. Kombinasi perlakuan sebanyak 9 perlakuan yang diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun trifoliat per rumpun, jumlah bintil akar, volume akar, jumlah polong per rumpun, jumlah polong bernas per rumpun dan jumalah polong hampa per rumpun, bobot polong bernas, bobot polong hampa per rumpun, bobot biji kering per petak, bobot 100 butir biji kering. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan Pemberian Inokulasi Rhizobium 10 g/kg benih dan Pupuk Fosfat 150 kg/ha. menunjukkan pengaruh terbaik pada bobot biji kering per petak yang menghasilkan produksi 0,44 kg/petak setara dengan 1,10 ton/ha. Perlakuan pemberian Inokulasi Rhizobium dan Pupuk Fosfat mampu meningkatkan produksi tanaman kedelai (Glycine max L. Merrill). Kultivar Argomulyo.

Kata Kunci


Kedelai, Pupuk fosfat, Inokulasi Rhizobium

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adisarwanto. T. 2005. Kedelai. Penebar Swadaya. Jakarta

Agustina, L. 1990. Dasar Nutrisi Tanaman. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Aksi Agribisnis Kanisius. 2000. Kacang Tanah. Penerbit Kanisius. Yogyakarta

Alexander. M., 1977. Soil Microbiology. 2nd edition. New York: John Wiley and Sons Inc.

Bangun, M. K., 1991. Perancang Percobaan. Fakultas Pertanian, Universitas Sumatra Utara. Medan

Deptan,2003.kedelai Unggul. http://www.deptan.ac.id (September 2007).

Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Barat. 2011. Luas Panen dan Produksi Sayuran 2007 – 2011 Menurut Kabupaten dan Kota Di Jawa Barat. Dalamhttp://www.diperta.jabarprov.go.id/. Diakses tanggal 22 Februari 2013.

Endang, Sukara. 2007. Tanaman serealia. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Handayanto dan Hairiah, K. 2007. Biologi Tanah Landasan Pengolahan Tanah Sehat. Yogyakarta: Pustaka Adipura. Yogyakarta.

Hanafiah, K.A, 2003. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi. Universitas Sriwijaya Palembang.

Hanafiah, K.A, 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas Sriwijaya. Palembang.

Lingga. P dan Marsono. 2004. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya Jakarta

Mulyadi dan Sajiman, 2007. Pemupukan P dan K Terhadap Hasil Kedelai Setelah Pertanaman Padi di Sawah. http://Warintek.ristek.go.id (April 2008).

Natakorn Boonkkerd. 2011 Dari Suranaree University, Thailand.

Najiyati., S dan Danarti 1999. Palawija : Budidaya dan Analisis Usahatani. Penebar Swadaya. Jakarta

Noortasiah, 2005. Pemanfaatan Bakteri Rhizobium Pada Tanaman Kedelai Di Lahan Lebak. Bulletin Teknik Pertanian Vol.10 (2) : 57

Noortasiah. 2005. Pemanfaatan Rhizobium Japonicum pada Kedelai yang Tumbuh di Tanah Sisa Inokulasi dan Tanah Dengan Inokulasi Tambahan. Bengkulu: Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu.

Notohadiprawiro. T, 2006. Budidaya Organik. Kanisius , Yogyakarta.

Pasaribu. D., N. Sunarlim, Sumarno, Y. Supriati, R. Saraswati, P. Sutjipto, and S. Karana.1989. Penelitian Inokulasi Rhizobium di Indonesia. Dalam Syam, M., Rusdi, dan A. Widjono. Risalah Penelitian Penambatan Nitrogen Secara Hayati pada Kacang-kacangan. Pusat Penelitian Tanaman Pangan, Departemen Pertanian-Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi-LIPI, Bogor, 30-31 Agustus 1988.

Pusat Penelitian Agronomi PT . PG Rajawali. 2013. Majalengka

Rasti dan Sumarno. 2008. Pemanfaatan Mikrobia Penyubur Tanah. Ahli Peneliti Utama Balai Penelitian Tanah. (http//puslitan bogor/net/berkas PDF/Iptek/208/Nomor-1/04-Rast.pdf, diakses 2 Maret 2007).

Sastrosupadi. A, 1999. Rancangan Percobaan Praktis Bidang Pertanian. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Simarmata, T. 1995. Strategi Pemanfaatan Mikroba Tanah (Pupuk Biologi) dalam era Bioteknologi untuk Meningkatkan Produktivitas Lahan Marginal di Indonesia menuju Pertanian Berwawasan Lingkungan. Bandung: Fakultas Pertanian UNPAD.

Sisworo, W. H., MM. Mutrosuhardjo, H. Rasyid dan R.J.K. Myers, dalam Simanungkalit. 2001. “Aplikasi Pupuk Hayati Dan Pupuk Kimia: Suatu Pendekatan Terpadu “. Bulletin AgroBio. Balai Pemeliharaan Bioteknologi Tanaman Pangan. Bogor

Suharjo. U.K.J. 2001. “Efektivitas Nodulasi Rhizobium Japonicum pada Kedelai yang Tumbuh di Tanah Sisa Inokulasi dan Tanah dengan Inokulasi Tambahan”. Dalam Jurnal Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu

Sumarno, 1999. Strategi pengembangan produksi kedelai nasional mendukung Gema Palagung 2001. Dalam: N. Sunarlim, D. Pasaribu, dan Sunihardi (ed.). Strategi Pengembangan Kedelai. Prosiding Lokakarya Pengembangan Produksi Kedelai Nasional. Puslitbangtan, Bogor, 16 Maret 1999. h: 7-13.

Suprapto, 1995. Bertanam Kedelai. Penebar Swadaya. Jakarta.

Supriono, 2000. Pengaruh Dosis Urea Tablet dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai Kultivar Sindoro. Agrosains 2(2) :45.

Sutejo, M.M, ; Kartasapoetra. A.G ; Satroatmodjo. R. D. S, 1991. Mikrobiologi Tanah. Rineka Cipta. Jakarta.

Sutejo, M.M, 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Tambas, D dan Rakhman, AD. 1986. Pengaruh Inokulasi Rhizobium Japonicum Frank., Pemupukan Molibdenum dan Kobalt Terhadap Produksi dan Jumlah Bintil Akar Tanaman Kedelai Pada Tanah Pedsolik Plintik. Universitas Sriwijaya. Palembang.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/agroswagati.v4i2.1855

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


AGROSWAGATI by http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/Agroswagati AGROSWAGATI (Jurnal Agronomi) terindeks oleh Google Scholar. email: agroswagati@gmail.com Copyright © 2017 Prodi Agronomi Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati (Unswagati). All rights reserved. p-ISSN 2339-0085 | e-ISSN 2580-5185