Pengaruh Sarcotesta Dan Perlakuan Cahaya terhadap Viabilitas Dan Dormansi Benih Pepaya (Carica papaya L.)

Harwan Sutomo, Achmad Faqih, Lubi Mulyana

Sari


Percobaan dilaksanakan di Desa Bondan Kecamatan Sukagumiwang Kabupaten Indramayu. Lokasi tersebut berada pada ketinggian 15 meter dari permukaan laut (dpl). Waktu percobaan dimulai dari bulan Oktober sampai dengan November 2012.

Rancangan percobaan yang digunakan adalah  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 kombinasi perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari  A = S1C1  (Benih bersacrotesta dan kondisi gelap),  B = S2C1 (Benih tanpa sarcotesta dan kondisi gelap), C = S1C2 (Benih bersarcotesta dan kondisi semi terang), D = S2C2 (Benih tanpa sarcotesta dan kondisi semi terang), E = S1C3 (Benih bersarcotesta dan kondisi terang), F = S2C3 (Benih tanpa sarcotesta dan kondisi terang). Variabel yang diamati yaitu viabilitas benih, kecambah normal dan dormansi benih.

Hasil penelitian menunjukkan  bahwa perlakuan sarcotesta dan cahaya berpengaruh nyata terhadap viabilitas umur pengamatan 21 hss dan 35 hss, rata-rata jumlah kecambah normal umur  pengamatan 21 hss dan 35 hss dan dormansi benih pepaya pengamatan 35 hss. Kombinasi perlakuan benih tanpa sarcotesta dan pencahayaan terang saat dikecambahkan memiliki viabilitas tertinggi, jumlah kecambah normal tertinggi dan tidak ada biji yang dormansi.

Kata Kunci


Sarcotesta, Cahaya, Viabilitas dan Dormansi Benih Pepaya

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A Jaenudin, Y Erviani, S Wahyuni. 2015. Pengaruh Cendawan Mikoriza Arbuskula Terhadap Pertumbuhan Bibit Pepaya (Carica papaya L.) Kultivar Caliana. Agroswagati: Jurnal Agronomi. Vol 3. No.1 Hal. 268-273.

Andry Pandapotan Purba. 2008. Analisis Pendapatan Usahatani Dan Saluran Pemasaran Pepaya California. Institut Pertanian Bogor.

Ashari. 1995. Hortikultura Aspek Budidaya. UI- Press. Jakarta.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. 2011. Budidaya Pepaya California. Kementrian Pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Jawa Tengah.

Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2011. Perkembangan Produktivitas Pepaya Indonesia. Jakarta.

Endang Murniati, Maryati Sari dan Ema Fatimah. 2008. Pengaruh Pemeraman Buah dan Periode Simpan terhadap Viabilitas Benih Pepaya (Carica papaya L.) Bul. Agron. (36) (2) 139 –

Faiza C. Suwamo 1983 Pengaruh Cahaya Dan Perlakuan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Pepaya (Carica papaya L.) Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, IPB

FAOSTAT. 2005. Produksi Pepaya Dunia, Statistical Division. Food and Agriculture Organitation. http://faostat.fao.org/faostat. [ 12 Februari 2009]

Hartmann Hudson, Dale E. Kester, Fred T. Davies. 1990. Plant Propagation Printed by Jone F Publication 1137 Leoban Street Paco, Manilla.

Hasan Basri Jumin. 1994. Dasar-dasar Agronomi. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Jurnalis Kamil. 2003. Teknologi Benih. Angkasa Raya, Jakarta.

Kartasapoetra. A.G. 1986. Klimatologi. Pengaruh Iklim Terhadap Tanah dan Tanaman. Bina Aksara, Jakarta.

Kalie. 2001. Bertanam Pepaya. Penebar Swadaya. Jakarta.

Kementrian Riset dan Teknologi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan. 2011. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. MIG Corp. Jakarta.

Lita Sutopo. 2002. Teknologi Benih. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Maryati Sari, Endang Murniati dan M. Rahmad Suhartanto 2005 Pengaruh Sarcotesta dan Pengeringan Benih serta Perlakuan Pendahuluan terhadap Viabilitas dan Dormansi Benih Pepaya (Carica papaya L.) Bul. Agron. (33) (2) 23 – 30 (2005).

Nurlovi. 2004. Viabilitas benih pepaya (Carica papaya L.) pada beberapa tingkat kadar air awal selama penyimpanan. Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian IPB.

Panonbianco, M., R. D., Vieira, F. C. Krzyzanowski, J. B. Francaneto. 1999. Electrical conductivity of soybean seed and correlation with seed coat lignin content. Seed Sci. and Technol. 27:945-949

Raskin, I. 1995. Salicylic acid. In: Davies, P. J. (ed.). Plant Hormones: Physiology, Biochemistry and Molecular Biology. Kluwer Academic Publishers,London. p.188-205.

Sjamsoeoed Sadjad. 2005. Benih. PT. Gramedia, Jakarta.

Sujiprihati. dan Suketi. 2009. Budi Daya Pepaya Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sumartuti. 2004. Pengaruh cara ekstraksi dan pengeringan terhadap viabilitas benih dan vigor bibit pepaya (Carica papaya L.). (Skripsi). Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Toto Warsa dan Cucu, S.A. 1982. Teknik Rancangan Percobaan (Rancangan dan Analisis). Kelompok Statistik Fakultas Pertanian (UNPAD), Bandung.

Vincent Gasper. 2006. Teknik Analisis dalam Penelitian Percobaan 1. Armico. Bandung.

Warisno. 2003. Budidaya Pepaya. Kanisius. http:// www.googlebooks.com [13 Mei 2010]

Wijaya, 2000. Analisis Statistik dengan Program SPSS 10.0. Alfabeta. Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/agroswagati.v4i2.1857

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##