PENGARUHKONSENTRASI MIKROORGANISME EFEKTIF (EM4) DAN TAKARAN KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MAHONI ( Swietenia macrophylla )

Raden Eviyati, Dede R

Sari


Percobaan dilaksanakan di persemaian kelompok tani penghijauan Mulia Jaya Desa Sukadana, kecamatan Pabuaran Kabupaten Cirebon. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi mikroorganisme efektif (EM4) dan takaran kompos terhadap pertumbuhan bibit mahoni. Percobaan ini menggunakan rancangan Acak Kelompok Pola faktorial terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu faktor Mikroorganisme Efektif (EM4) dan kompos dan diulang tiga kali. Faktor pertama konsentrasi EM4 (M) terdiri tiga taraf yaitu m1 (20 ml EM4/l air), m2 (30 ml EM4/l air), dan m3 (40 ml EM4/ l air), faktor kedua yaitu takaran kompos (K) terdiri dari tiga traf yaitu k1 (200 gram/polibag), k2 (300 gram/polibag) dan k3 (400 gram/polibag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara konsentrasi EM4 dan takaran kompos terhadap bobot segar bibit mahoni. Secara mandiri konsentrasi EM4 dan takaran kompos berpengaruh terhadap tinggi bibit, jumlah daun dan diameter batang bibit mahoni. Konsentrasi EM4 30 ml/ l air dengan takaran kompos 300 gram/polibag memberikan pengaruh terbaik terhadap bobot segar bibit mahoni yaitu 1.10 kg.


Kata Kunci


EM4 (Konsentrasi Mikroorganisme Efektif ), Kompos, Bibit mahoni (Swietenia macrophylla)

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Amir Syarifuddin. 2009. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair dan Azzola terhadap Pertumbuhan Bibit Mahoni (Swietenia macrophylla). Universitas Muhammadiyah, Malang.

Atmojo. 1997. Permudaan Alam Cendana. Faklutas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta

Direktorat Bina Produksi. 1998. Hasil-hasil Pengkajian Pupuk Organik Cair terhadap Tanaman Pertanian dan Kehutanan.Kerjasama Direktorat Bina Produksi dengan IKNFS. PT. Songgo Langit, Jakarta.

Gardner, FP, R.L. Mitchel, R.B. Peace. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press, Jakarta.

Nurhayati Hakim, M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G. Nugroho, M.K. Saul. M.A. Diha, G.B. Hong dan H.H. Bailey. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung.

Prihmantoro. H. 1996. Memupuk Tanaman Buah. Cetakan I. Penebar Swadaya, Jakarta

Rinsema, W.T. 1983. Pupuk dan Pemupukan. Diterjemahkan olah H.M. Soleh. Bhrata Karya Aksara, Jakarta

Sarifuddin Sarief. 1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung.

Sapulete. 1999. Pengaruh Penggunaan Sabut Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Paraserianthes falcataria (L) Nielsen. Buletin Penelitian Kehutanan 5(4). Balai Penelitian Kehutanan Pemalang Siantar. Medan.

Suhaeti, T. 2001. Perbenihan dan Pembibitan. Pengelolaan Benih. Universitas Terbuka dan Pusat Diklat Kehutanan, Jakarta.

Widiana, G.N. 1994. Mikroorganisme sakti dari Jepang. PT. Songgolangit Persada Jakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/agroswagati.v6i2.1978

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##