PERBAIKAN TEKNOLOGI BUDIDAYA PADI RAMAH LINGKUNGAN POTENSI HASIL TINGGI MELALUI PENGELOLAAN HARA DI LAHAN BUKAAN BARU

Idrus Hasmi, L. M. Zarwazi, Dukat Dukat

Sari


developed. This study aims to obtain optimum fertilization technology in several new high yielding rice varieties with high yield potential in new open fields. Research has been carried out in new openings in two locations, namely in West Kalimantan Province, with the criteria for new openings in the first location are new openings less than 5 years old and the second location is openings aged 5-10 years after opening. The study refers to a split plot design with 3 replications. The main plot is fertilization level consisting of (R1) Fertilizer dosage recommendations for new openings, (R2) PTT recommended dosage fertilizers, (R3) Fertilizer dosage way of farmers (local), as plots are (V1) Inpara 9, (V2) Inpari 22, (V3) Inpari 30. Research results show that in new openings of land aged <5 years, inpari 22 has a significant effect on the formation of panicles per clump and percent grains of contents while inpari 30 has an effect on increasing the weight of 1000 grains. In newly opened land of 5-10 years, inpari 22 had a significant effect on the formation of panicles per clump while inpari 30 had an effect on increasing percent grains of content and weight of 1000 grains. The dosage treatment with recommended fertilizer dosages for new openings and inpari 22 has a tendency to produce the highest MPD results in new openings with land age <5 years. The dosage treatment with the recommended PTT fertilizer dosage and inpari 30 variety has a tendency to produce the highest MPD results in new openings with a land age of 5-10 years.


Kata Kunci


new openings, fertilization, varieties

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Abdulrachman S., IP Wardana, H.Sembiring, dan IN Widiarta. 2014. Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Ardi S,D, 1989. Perbandingan beberapa pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanm padi sawah. Risalah hasil penel.tanah. p 151-156. Puslit.Tanah. Bogor.

Badan Litbang Pertanian. 2008. Petunjuk Teknis Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sub optimal.

BPS. 2007. Statistik Indonesia. Biro Pusat Stastistik. Jakarta.

Dent, D.L. 1986. Acid Sulphate Soils. A Baseline for Research and Development. ILRI. Wageningen Publ. No. 39 the Netherlands.

Fagi, A.M., R.E. Soenarjo, A. Widjono, and I. Ridwan. 1996. Upland for Life: Upland Rice in Indonesia. World food summit FAO. Republic of Indonesia. Jakarta, 26 p.

Guswara, A., H. M. Toha dan K. Permadi. 1998. Perbaikan budidaya padi sub optimal tingkat petani peserta perhutanan sosial. Laporan Penelitian Kelti Ekofisiologi, Balai Penelitian Tanaman Padi Sukamandi.

Hidayat, A., M. Soekardi, dan B.H. Prasetyo. 1997. Ketersediaan sumberdaya lahan dan arahan pemanfaatan untuk beberapa komoditas. Pros.Pertemuan Pembahasan dan Komunikasi Hasil Penelitian Tanah dan Agroklimat. Puslittanak, Bogor.hal. 1-20.

Las, I., F.Agus, E.Husen, T.Satriadi, Wiratno, H.Shahbuddin, A.Mulyani, R.hendrayana, A.Dariah, E.Suryani, dan Y.Silaiman. 2014. Road Map Penelitian dan Pengembangan Sub optimal. Badan Litbang Pertanian.

Nugroho, K., Alkusuma, Paidi, W. Ahdini, Abdurrahman, H. Suhardjo, dan IPG. Widjaya Adhi. 1993. Peta areal potensial untuk pengembangan pertanian lahan rawa pasang surut, rawa dan pantai. Proyek Penelitian Sumber Daya Lahan. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.

Notohadiprawiro, T. 2000. Tanah dan Lingkungan. Cetakan ke-2. Pusat Studi Sumberdaya Lahan (PPSL) Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 187p.

Nyarko, K. A, and S.K.De Datta, 1994. A handbook for weed control in rice. IRRI. Philippines.

Pane, H. 2003, Kendala dan peluang pengembangan padi tanam benih langsung. Jurnal penelitian dan pengembangan pertanian. Vol. 22(4): 172-178.

Pane, H., Prayitno and D. Jhonson, 2005. Yield losses of several rice lines/varieties due to weed competition and methods of weed control in flood prone area, p.499-504 In. Rice Industry, Culture and Environment, Book 2(Kasim, F., A, Widjono, Sumarno, Suparyono, edt) ICRR-ICFORD-IAARD. Sukamandi.

Partohardjono, S., J. S. Adiningsih, dan I. G. Ismail. 1990. Peningkatan produktivitas sub optimal beriklim basah melalui teknologi sistem usahatani. p. 47-62. Dalam Syam, M. Risalah Lokakarya Penelitian Sistem Usahatani, Sistem Usahatani di Lima Agroekosistem. Puslitbang. Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian.

Puslittanak. 1998. Laporan Hasil Penelitian Optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi untuk pengembangan sektor pertanian dalam Pelita VII. Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat. 386 p.

Permadi, K dan H.M Toha 1996. Peningkatan Produktivitas Padi Sub optimal dengan Penanaman Kultivar Unggul dan Pemupukan Nitrogen. Jurnal Penelitian Pengembangan Wilayah Sub optimal. 18 : 27-39. Lembaga Penelitian UNILA.

Pirngadi, K., H.M.Toha, K.Permadi dan A.Guswara. 2001. Padi sub optimal sebagai tumpangsari kehutanan jati muda yang diberi pupuk NPK. Jurnal Ilmiah Sain Teknologi. Edisi Khusus Okt.2001. Universitas Semarang.

Radosevich. S.R, J.S. Holt, C.M. Chersa. 2008. Ecology of weeds and invasive plants, relationship to agriculture and natural resource management. 3rd ed. WILEY-Interscience. A John Wiley & Sons, Inc., Publication. United State of America.

Ruskandar, A., Tita Rustiati dan Widyantoro. 2013. Identifikasi potensi dan kendala pengembangan padi sub optimal. LAT Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. 2013.

Sukristiyonubowo, Jamil, A., Hastono, D.S. 2013 Budidaya Padi Pada Sawah Bukaan Baru. IAARD Press Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta.

Simatupang, R. S., L. Indrayati dan E. S. Saragih. 2003. Cara penyiapan lahan dengan herbisida glifosat mendukung pola tanam padi-padi di lahan bergambut. Dalam Prosiding Konferensi Nasional XVI HIGI, HIGI-SEAMEO BIOTROP. Bogor. p. 201–211.

Soenarjo, E., Suwarno, and W.S. Arjasa. 2002. Upland Rice Systems and National Priorities in Indonesia. Paper presented in CURE-Working Group 6 on Favorable Plateau Uplands, 26-27 November 2002. International Rice Research Institute. Philippines.

Soepardi, G.1983. Sifat dan ciri tanah. Fakultas Pertanian, IPB, Bogor. 591 p.

Toha, H M, Prayitno, I Yuliardi dan K Permadi. 2005. Penelitian dan pengkajian model pengembangan pengelolaan tanaman dan sumberdaya terpadu (PTT) padi sub optimal. Laporan tahunan 2004. Balai Penelitian Tanaman Padi, 25 hal.

Toha, H M. 2007. Peningkatan produktivitas padi sub optimal melalui penerapan pengelolaan tanaman terpadu dengan introduksi varietas unggul. Penelitian Pertanian, Puslitbang Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian. No. 26 (3): 180-187.

Widyantoro. 2012. Produksi dan pendapatan usahatani padi sub optimal sebagai tanaman tumpangsari jati muda, studi kasus di Randu Blatung, Blora. Pros.SemNas. Membangun Negara Agraris yang Berkeadilan dan Berbasis Kearifan Lokal. Buku 2, p.546 – 555. Fak.Pertanian UNS.

Widyantoro. 2012. Studi preferensi petani terhadap varietas unggul baru padi sub optimal(Kasus di Kecamatan Cilongok, Banyumas). Pros.SemNas.

Widyantoro, P.sasmita, H.M.Toha, dan M.J. Mejaya. 2013. Pemanfaatan sub optimal pada kawasan areal kehutanan (HTI) jati muda untuk budidaya padi sub optimal. Pros.SemNas. Pemanfaatan dan Pendayagunaan Lahan Terlantar Menuju Implementasi Reforma Agraria. PSEKP.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/agroswagati.v7i2.2799

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##