Pengaruh Konsentrasi GA3 dan Lama Perendaman Benih terhadap Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. Merrill) Kultivar Burangrang

Euis Herawati, Dr. Alfandi

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi antara perlakuan konsentrasi dan lama perendaman dengan hormon GA3 terhadap daya kecambah benih kedelai kultivar Burangrang, dan (2) perlakuan konsentrasi dan lama perendaman hormon GA3 yang mempunyai pengaruh terbaik terhadap daya kecambah benih kedelai kultivar Burangrang. Penelitian  dilaksanakan di kelompok Tani Dukuh Asem Kelurahan Sindang Kasih Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka, dari bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2012.

Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu konsentrasi GA3 dan lama perendaman benih yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu konsentrasi GA3 (G) terdiri dari tiga taraf perlakuan yaitu : g1 (20 ppm), g2 (30 ppm), dan g3 (40 ppm). Faktor kedua yaitu lama perendaman benih (L) terdiri dari tiga taraf yaitu : l1 (12 jam), l2 (24 jam), dan  l3 (36 jam).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terjadi interaksi antara perlakuan konsenrasi GA3 dan lama perendaman benih terhadap panjang hipokotil dan bobot kering kecambah. Perlakuan konsentrasi GA3 dan lama perendaman benih secara mandiri berpengaruh nyata terhadap daya kecambah benih kedelai, panjang efikotil dan pajang akar kecambah kedelai, dan (2) perlakuan konsentrasi GA3 30 ppm dan lama perendaman benih 24 jam memberikan pengaruh yang baik terhadap panjang hipokotil dan bobot kering kecambah yaitu sebesar 27,43 mm dan 0,50 g.

Kata Kunci


Konsentrasi GA3, Lama Perendaman Benih, dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. Merrill)

Referensi


Aurellia Tatipata, Prapto Yudono, Aziz Purwantoro dan Woerjono Mangoendidjojo. 2004. Kajian Aspek Fisiologi dan Biokimia Deteriorasi Benih Kedelai Dalam Penyimpanan. Jurnal Ilmu Pertanian Universitas Gajah Mana, Yogyakarta.

Byrd, H.W. 1988. Pedoman Teknologi Benih (Terjemahan). State College. Mississipi.

Direktorat Bina Perbenihan. 2005. Pedoman Perbanyakan Benih Kedelai Bermutu. Direktorat Bina Perbenih-an, Jakarta.

Emid Hamidin. 2008. Deteriorasi Benih. Laboratorium Teknologi Benih. Jurusan Budidaya Pertanian. Universitas Padjadjaran, Janinagor Sumedang.

Falastin dan Armi Iba. 2006. Pengaruh Giberelin (GA3) terhadap Viabilitas, Lama Waktu Perkecambahan dan Kecepatan Perkecambahan Biji Kedelai. Universitas Airlangga Surabaya.

Gardner, F.P., R.B. Pearce, and R.L. Mitchell. 1991. Physiology of Crop Plants. (Terjemahan Susilo, H. Dan Subiyanto). UI Press, Jakarta.

Kartono. 2004. Teknik Penyimpanan Benih Kedelai Varietas Wills Pada Kadar Air dan Suhu Penyimpanan yang Berbeda.www.pustaka-deptango.id/ publication. Diakses pada Tanggal 27 Desember 2011.

Purwanti, S. 2004. Kajian Suhu Ruang Simpan Terhadap Kualitas Benih Kedelai Hitam dan Kedelai Kuning. Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 11 No. 1, 2004: 22-31. Diakses pada tanggal 07 Februari 2012.

Sadjad, S. 1994. Penyimpanan Benih-benih Tanaman Pangan. Departemen Agronomi. IPB, Bogor.

Sadjad, S. 1999. Kertas Merang untuk Uji Viabilitas Benih di Indonesia. Beberapa Penemuan Dalam Bidang Teknologi Benih. Fakultas Pascasarjana IPB. Bogor.

Saenong, S. 1996. Kontribusi Vigor Awal terhadap Daya Simpan Benih Jagung (Zea mays L.) dan Kedelai (Glycine max L. Merr.). Fakultas Pascasarjana IPB. Bogor.

Siti Zahrok. 2007. Pengaruh Kadar Air Awal dan Suhu Penyimpanan terhadap Mutu Fisiologis Benih Kedelai (Glycine max L. Merr.). Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Islam Negeri Malang, Malang.

Wattimena, G.A. 1988. Zat Pengatur Tumbuh Tanaman. IPB Press, Bogor.

Wattimena, G.A. 1997. Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh Tanaman pada Perbanyakan Tanaman. Institut Pertanian Bogor, Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/agroswagati.v1i1.787

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##