Model Pembelajaran Berbasis Saintifik Menggunakan Alat Peraga E Pen Interaktif dengan Muatan Kearifan Lokal pada Era Industri 4.0 untuk Pengajaran BIPA di Uninus

Rani Siti Fitriani

Sari


Abstrak. Era revolusi industri 4.0 membawa perubahan dalam metode dan model pembelajaran BIPA. Salah satunya dengan model pembelajaran berbasis saintifik menggunakan alat  peraga e pen interaktif dengan muatan kearifan lokal untuk pengajaran. Model pembelajaran berbasis saintifik ini sesuai dengan kurikulum 2013 yang meliputi mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan tes (pretest dan postest),  model dan alat peraga tersebut sangat membantu proses kegiatan belajar menyimak, berbicara, membaca, dan menulis untuk mahasiswa asing di Uninus.  Pembelajar BIPA yaitu mahasiswa asing dapat belajar bahasa Indonesia sekaligus memahami bagaimana kearifan lokal Indonesia dari kekayaan budayanya seperti makanan, pakaian, rumah adat, alat musik, dan sebagainya dengan mudah, efektif, efesien, dan menyenangkan.  Model  pembelajaran berbasis saintifik menggunakan alat peraga e pen interaktif dengan muatan kearifan lokal pada era industri  4.0 dapat meningkatan citra positif bahasa Indonesia dan kearifan  lokal Indonesia bagi pembelajar BIPA.

Kata Kunci: model saintifik, e pen interaktif, BIPA, kearifan lokal


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ayatrohaedi. (1986). Kepribadian Budaya bangsa (Local Genius). Jakarta: Pustaka Pelajar.

Dardjowidjojo, S. (1996). Metode dan keberhasilan Pengajaran Bahasa. Makalah dalam Konferensi Internasioanl II Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KIPBIPA II). IKIP PADANG.

Dubin, F, and D.E Eskey and W Grabe. (1986). Teaching Second Language: Reading for Academic Purposes. Addison: Wesley Publishing Co.

Kartomihardjo, S. (1996). Bahan Pengajaran Bagi Pembelajar Pemula dan Teknik Penyampaiannya. Makalah dalam Konferensi Internasional II Pengajaran Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (KIPBIPA II). IKIP Padang

Lapoliwa, H. (1996). BIPA dan Pembinaan Citra Bahasa Indonesia. Makalah dalam Konferensi Internasioanl II Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KIPBIPA II). IKIP PADANG.

Nunan, D. (1990). Designing Tasks for Communicative Classroom. Cambridge: Cambridge University Press.

Fitriani, Rani Siti. (2017). Pengajaran BIPA dengan Muatan Kearifan Lokal Budaya Sunda untuk Mahasiswa Asing di FKIP Uninus ‘Teaching and Learning BIPA with Sundanese Values for Foreign Students in FKIP Uninus’. Konferensi Internasional Pengajara BIPA X Malang, Unit Pengembangan Bahasa Universitas Brawijaya, Afliansi Pengajar Penggiat BIPA (APPBIPA) Pusat, & Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

--- (2015). Potensi Program BIPA di Perguruan Tinggi dan Tantangan Menghadapi Ekonomi ASEAN. Seminar Nasional Meningkatkan Kompetensi Guru yang Mandiri dalam Menyongsong Ekonomi ASEAN, Asosiasi Pengajar Bahasa Indonesia dan PBS Indonesia FKIP Uninus

Gunter, M.A., Estes, T.H., & Schwab, J.H. (1990). Instruction: A Models Approach. Boston: Allyn and Bacon.

Rahyono, F.X. (2012). Kearifan Budaya dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Riasa, N. 1996. Bahasa In Bali: Program Pengajaran Bahasa Indonesia yang Memadukan Komponen Linguistik dan Budaya Bagi Penutur Asing. Makalah dalam Konferensi Internasioanl II Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KIPBIPA II). IKIP PADANG.

Rusman. (20110. Model-Model Pembelajaran. Bandung: Rajawali Press.

Subyakto, N. (1996). Pengajaran Bahasa Indonesia Kepada Penutur Asing Menurut Pendekatan Komunikatif. Makalah dalam Konferensi Internasioanl II Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (KIPBIPA II). IKIP PADANG.

Sugandi, A. (2000). Teori Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/dj.v6i2.2187

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Laman Deiksis: http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/Deiksis

Deiksis memiliki p-ISSN 2355-6633 dan e-ISSN 2548-5490