PENGEMBANGAN BAHAN AJAR CERITA RAKYAT KUNINGAN TERINTEGRASI NILAI KARAKTER DALAMPEMBELAJARAN APRESIASI SASTRA DI SMP

Yoyoh Komariah

Sari


Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran pengembangan bahan ajar cerita rakyat Kuningan terintegrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran apresiasi sastra di SMP. Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian literatur dengan metode deskriptif analitik. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3Kuningan dengan subyek penelitian siswa kelas VII pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017.

Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut (1) mengidentifikasi aspek-aspek yang terdapat dalam kompetensi dasar yang menjadi acuan atau rujukan pengembangan bahan ajar; (2) mengidentifikasi jenis-jenis bahan ajar; (3) memilih materi pembelajaran  yang sesuai atau relevan  dengan kompetensi dasar yang telah teridentifikasi; (4) memilih sumber bahan ajar; dan (5) mengemas bahan ajar.

Simpulan penelitian menunjukkan nilai karakter yang dianalisis dalam cerita Rakyat Kuningan mencakup nilai-nilai utama yang secara khusus didistribusikan ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, yaitu: (1) berpikir logis, (2) kritis,      (3) kreatif dan inovatif, (4) percaya diri, (5) bertanggung jawab, (6) ingin tahu, (7) santun, dan (8) nasionalis. Nilai-nilai utama tersebut ditunjukkan melalui sifat, sikap, perilaku, dan tindakan tokoh-tokoh. Berdasarkan hal itu cerita rakyat Kuningan dapat dikembangkan menjadi bahan ajar sastra yang berbasis Pendidikan Karakater melalui langkah-langkah yangtelah diuraikan tersebut.

 

Kata Kunci: Bahan ajar, cerita rakyat, karakter

                


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Apandi, Idris. 2015. Revolusi Mental Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: Fajar Media.

Danandjaja,J. 2007. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-Lain. Jakarta: Garfiti.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Pengembangan Bahan Ajar: Pemilihan Bahan Ajar. Jakarta.

Ekadjati, Edi.S. 2003. Sejarah Kuningan dari Masa Prasejarah Hingga Terbentuknya Kabupaten. Bandung : Kiblat Buku Utama.

Gasanti, Rosi. 2016. Ritual Cingcowong : Seni Tradisi Memanggil Hujan. Bandung: Literat.

Kasyarno dkk. 2010. Menjaga Tanda-Tanda (Bunga Rampai Wacana di Media Massa). Jogjakarta: Tiara Wacana.

Kementerian Pendidikan Nasional. (tanpa tahun). Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Kementerian Pendidikan Nasional. 2016. Bahasa Indonesia SMP/Mts Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Kementerian Pendidikan Nasional. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Mulyasa, E. 2011. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Rozak, Abdul. 2016. Pembelajaran Sastra Berbasis Teks. Jogjakarta: Framepublishing.

Rozak, Abdul. 2016. Perolehan Perilaku Bermartabat Melalui Kegiatan Bersastra. (Makalah Seminar, 19 November 2016)

Rusyana, Rus. 1982. Bahasa dan Sastra Dalam Gamitan Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif , dan R & D. Bandung Alfabeta.

Sulendraningrat. 1984. Babad Tanah Sunda: Babad Cirebon. Cirebon

http://www.kompasiana.com/dadangkusnandar_cirebon/budaya-cirebon-posmo-pada-masanya_ Di akses tanggal 21 November 2016

http://sawali.info/2010/07/17/puisi-dan-pendidikan-karakter - Di akses tanggal 21 November 2016


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Deiksis by http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/Deiksis

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Copyright © 2017 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI).

All rights reserved. p-ISSN 2355-6633 | e-ISSN 2548-5490