PROBLEMATIKA KEBUDAYAAN DALAM NOVEL AKU TIDAK MEMBELI CINTAMU KARYA DESNI INTAN SURI ABSTRACT

Hasmi Novianti

Sari


Dalam pemilihan novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri ada dua alasan. Pertama, novel ini isinya menonjolkan kebudayaan. kebudayaan mengenai adat istiadat Minangkabau, Pariaman. Kedua kebudayaan yang ditonjolkan dalam novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri ini berbeda dengan daerah lain yang ada di Minangkabau. Keunikannya tergambar jelas dari adat istiadat mengenai uang jamputan. sama-sama diketahui dalam sebuah perkawinan yang meyediakan emas kawin adalah pria.  Namun sangat berbeda tradisi orang Pariaman, wanita yang harus mengeluarkan uang untuk pihak keluarga lalaki sebagai emas kawin. Emas kawinitu disebut sebagai  Uang jamputan, uang jamputan itu tergantung dengan gelar yang dimiliki lalaki. Tradisi ini sangat Nampak hanya memperlihat martabat keluarga saja. tokoh utama Suci Intan Baiduri yang jelaskan oleh pengarang merupakan orang yang kontra dengan tradisi kampung halamannya sendiri. Sehingga dalam novel ini tejadi masalah-masalah kebudayaan, maka penelitian ini di fokuskan Problematika Kebudayaan dalam novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri.Tujuan dari penelitian. Mendeskripsikan Problematika kebudayaan yang terdapat dalam novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan suri. Jenis penelitian ini adalah penelitian sastra dengan menggunakan metode Hermeneutika. Data yang di interpretasikan dalam penelitian ini adalah problematika kebudayaan dalam novel Aku Tidak Membeli Cintamu karya Desni Intan Suri.   Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kartu data. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut  (1) Menelaah data yang telah dikelompokkan berdasarkan problematika kebudayaan (2) Menganalisis data yang telah dikelompokkan berdasarkan hambatan budaya yang berkaitan dengan pandang hidup dan sistem kepercayaan, hambatan budaya berkaitan dengan persepsi atau sudut pandang, hambatan budaya yang berkaitan dengan psikologi atau kejiwaan, sikap tradisional, dan perkembangn teknologi (3) Menafsirkan data yang telah dikelompokkan (4) Menegaskan data yang telah ditafsirkan (5) Menyimpulkan data penelitian. Peneliti menemukan 34 problematika kebudayaan. Hambatan budaya yang berkaitan dengan pandangan hidup dan sistem kepercayaan 15 data. Hambatan budaya yang berkaitan dengan perbedaan persepsi atau sudut pandang 11 data. Hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan 3 data. Sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru terdiri dari 3 data, perkembangan teknologi 2 data. Sedangkan masyarakat yang terasing  kurang komunikasi dengan masyarakat luar, dan  sikap etnosentrisme tidak ada ditemukan.

Kata kunci: problematika kebudayaan, adat istiadat, novel, metode hermeneutika 


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Adeney, Bernard. 2000. Etika Sosial Lintas Budaya. Yogyakarta: Kansius

Atmazaki. 2005. Ilmu Sastra dan Terapan. Padang: Yayasan Citra Budaya Indonesia

Atmazaki. 2007. Ilmu sastra: Teori dan Terapan. Padang : UNP Press

Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Medpress

Guntur, Henry Tarigan. 2008. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Jakarta: Angkasa

Intan, Desni Suri. 2012. Aku Tidak Membeli Cintamu. Jakarta :Penerbit Jendela

Muktar, 2013. Metode Praktis penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta : Referensi

Ratna, Nyoman Kutha. 2010. Teori Metode dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka pelajar

Suyitno. 2009. Apresiasi Puisi dan Prosa. Surakarta, Jawa tengah. UNS

Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. Jakarta : Garudhawaca


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Deiksis by http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/Deiksis

Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Copyright © 2017 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Swadaya Gunung Jati (UNSWAGATI).

All rights reserved. p-ISSN 2355-6633 | e-ISSN 2548-5490