KEMAMPUAN ABSTRAKSI CALON GURU MATEMATIKA PADA MATERI DIMENSI TIGA

Dina Pratiwi Dwi Santi, Siska Firmasari

Sari


Materi dimensi tiga harus dikuasai oleh calon guru matematika dikarenakan materi ini berkaitan erat dengan kurikulum sekolah menengah. Kesulitan belajar mahasiswa pada materi dimensi tiga dikarenakan materi bersifat abstrak. Sehingga penelitian ini secara khusus bertujuan untuk mengetahui kemampuan abstraksi calon guru matematika pada tingkat kognitif tinggi, sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal matematika tidak rutin materi dimensi tiga. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Dari populasi seluruh mahasiswa peserta perkuliahan Kapita Selekta Matematika Menengah tahun akademik 2017/2018, dipilih tiga mahasiswa secara purposive, yang didasarkan pada hasil tes matematika untuk kemampuan abstraksi, sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menghasilkan kemampuan abstraksi mahasiswa dengan tingkat kognitif sedang lebih rendah dibandingkan dengan yang tingkat kognitif tinggi, dan lebih tinggi dibandingkan dengan yang tingkat kognitif rendah. Terdapat selisih berturut-turut sebesar 33% dan 45%.  Dengan demikian, untuk tahap berikutnya mahasiswa dapat diberikan perlakuan yang tepat saat proses pembelajaran dengan memperhatikan masing-masing tingkat kognitif dan kemampuan abstraksi.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


EUCLID terindeks oleh Google Scholar, ResearchBib, IPI, IOS dan Sinta.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution - Share Alike 4.0 International License