Karakter Siswa Sekolah Menengah Pertama dalam Belajar Matematika Berbasis Kearifan Lokal

Reni Astuti

Sari


Pembelajarn matematika menggunakan konteks kearifan lokal atau budaya lokal sangatlah tepat dan relevan terutama dalam pembentukan karakter siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakter siswa dalam belajar matematika melalui pembelajaran yang berbasis kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian adalah siswa SMP kelas IX. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket karakter siswa. Hasil yang diperoleh menunjukkan sikap karakter siswa dalam belajar matematika berbasis kearifan lokal kota Pontianak mulai berkembang pada diri siswa dengan baik. Rerata skor keseluruhan untuk karakter siswa adalah 5,01 (skor ideal 7) dengan kategori mulai berkembang. Pada aspek ketelitian siswa memperoleh skor rata-rata 4,88 dengan kategori mulai berkembang, untuk aspek kreatifitas diperoleh rata-rata 4,76 dengan kategori mulai berkembang juga. Begitu juga pada aspek pantang menyerah dan rasa ingin tahu siswa selama pembelajaran diperoleh skor rata-rata berturut-turut yakni 5,24 dan 5,16 dengan kategori juga sama yakni mulai berkembang. Kesimpulan yang dapat diambil adalah karakter siswa selama pembelajaran matematika berbasis kearifan lokal kota Pontianak sudah mulai berkembang dengan baik pada diri siswa.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


_____. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003.

Cooley, A. 2008. Legislating Character: Moral Education in North Carolina’s Public Schools. Educational Studies, 43 (3): 188-205.

Eddy. (2009). “Kontinuitas Sejarah dan Pengembangan Kebudayaan Nasional dalam Pembinaan Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Jurnal IPS. “vol” 17, (32), 1-6.

Hasan, Said, H.,dkk. 2010. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional, Badan Pengembangan dan Penelitian Kurikulum, Pusat Kurikulum.

Lickona, T. 2012. Educating for Character, Mendidik untuk Membentuk Karakter. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Niode, S.A. (2007). Gorontalo (Perubahan Nilai-Nilai Budaya dan Pranata Sosial). Jakarta: Pustaka Indonesia Press.

Pike, M.A. 2010. Christianity and Character Education: Faith in Core Values? Journal of Beliefs and Val-ues: Studies in Religion Educati, 31 (3): 311-312.

Rahyono, F.X. 2009. Kearifan Budaya dalam Kata. Jakarta: Wedatama Widyasastra.

Samani, M dan Hariyanto. (2012). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya. Samover

Skaggs, G. & Bodenhorn, N. 2006. Relationships between Implementing Character Education, Student Be-havior, and Student Achievement. Journal of Ad-vanced Academics, 18 (1): 82-114.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


EUCLID terindeks oleh Google Scholar, ResearchBib, IPI, IOS dan Sinta.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution - Share Alike 4.0 International License