INOVASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA METODE ROLLING QUESTION UNTUK MENINGKATKAN KREATIFITAS DAN KEMAMPUAN BERFIKIR SISWA DI KELAS VII SMPN 3 CIAWIGEBANG KABUPATEN KUNINGAN

Kusnati Kusnati

Sari


Inovasi pembelajaran yang penulis temukan adalah metode “ Rolling Question”. Inovasi pembelajaran ini dilatarbelakangi oleh minimnya kemampuan berfikir siswa dalam pembelajaran matematika yang ditunjukkan dengan kurangnya aktivitas berfikir siswa dalam mengerjakan soal sehingga hasil belajar rendah. Tujuan utama inovasi  ini adalah untuk meningkatkan kreativitas berfikir dan kemampuan siswa kelas VII SMPN 3 Ciawigebang. Teori yang melandasi karya inovasi pembelajaran metode rolling question adalah teori kerucut pengalaman belajar, dimana siswa akan lebih mengingat materi pelajaran dengan melakukan sendiri, dalam hal ini siswa membuat soal dan menjawab sendiri, juga bisa menjawab soal temannya. Sedangkan landasan konsepnya dari metode penemuan, drill dan latihan. Dengan siswa membuat soal dan sering menjawab soal temannya diharapkan pemahaman dan kemampuan berfikir siswa meningkat. Konsep metode rolling question adalah cara yang digunakan guru dalam pembelajaran dengan menggulirkan soal dari siswa kepada siswa lain secara berkesinambungan yang harus dijawab secara bersamaan agar mencapai tujuan pembelajaran. Metode rolling question secara umum bisa diterapkan pada pembelajaran mata pelajaran apa saja. Media/alat pembelajaran yang digunakan adalah kartu soal dan kartu jawaban. Dalam proses penemuan ini, penulis mengaplikasikan metode rolling question pada pembelajaran matematika materi luas dan keliling segitiga dan segiempat kelas VII yang dilaksanakan pada tanggal 27 April 2016 dengan 1 putaran, dan tanggal 4 Mei 2016 dengan 4 putaran soal. Hasil yang diperoleh setelah menerapkan metode rolling question adalah meningkatnya krativitas berfikir dan kemampuan siswa menjawab soal yang dibuktikan dengan hasil belajar yang mencapai rata-rata 92 dan ketuntasan belajar 93%. Dengan metode rolling question, dalam pembelajaran siswa lebih aktif, mau dan mampu mengerjakan soal, lebih konsentrasi dan semangat belajar matematika, karena dalam metode ini juga mengandung unsur bermain sambil belajar yaitu pada waktu menggulirkan kartu soal kepada teman. Oleh karena itu, penulis merekomendasikan bahwa metode rolling question dapat diaplikasikan dalam pembelajaran matematika.

 

Kata kunci:  rolling question, kreativitas berfikir, kemampuan siswa


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aminah N dan Firmasari S. 2016. Keterampilan Proses Berfikir Matematika Mahasiswa Ditinjau dari Performance Assesment. Euclid, volume 3 No. 2, Juli 2016.

Depdiknas. 2006. Kurikulum Pendidikan Dasar, Standar Isi. Jakarta : BNSP.

Nuharini Dewi dkk. 2008. Matematika Konsep dan Aplikasinya untuk Kelas VII SMP dan MTs. Jakarta: Pusbuk Depdiknas.

Pitajeng 2006. Pembelajaran Matematika yang Menyenangkan. Jakarta : Depdiknas.

Suherman dkk. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: JICA UPI

Suwangsih, Erna. 2006. Model Pembelajaran Matematika. Bandung : UPI Press.

Wahyudin. 2008. Pmbelajaran dan Model-model Pembelajaran. Jakarta: CV. IPA Abong


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


EUCLID terindeks oleh Google Scholar, ResearchBib, IPI, IOS dan Sinta.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution - Share Alike 4.0 International License