ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI KECIL TAHU (Kasus di Desa Danawinangun Kecamatan Klangenan Kabupaten Cirebon)

Achmad Faqih, Eli Kurniati, Tety Suciati

Sari


Penelitian ini dilakukan di Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, Pada bulan Mei 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Return Cost Ratio (R/C Ratio), (2) Break Even Point (BEP), (3) Return of Investment (ROI) usaha industri kecil tahu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Satuan analisis penelitian adalah industri kecil yang melaksanakan usaha tahu. Pengumpulan data primer diperoleh melalui wawancara dengan responden menggunakan daftar pertanyaan, dan data sekunder diperoleh dari instansi yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Data yang dihasilkan dianalisis secara deskrptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha industri kecil tahu di Desa Danawinangun, Kecamatan Klangenan, Kabupaten Cirebon, layak untuk diusahakan dilihat dari: (1) Nilai R/C 1,46 berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan, (2) Nilai BEP Produksi 26 kg/produksi, sedangkan tahu yang dihasilkan 27,5 kg/produksi berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan, (3) Nilai BEP Harga Rp 11.251 per papan-, sedangkan harga jual Rp.24.000 per papan berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan, (4) Nilai ROI sebesar 49% sedangkan bunga bank yang berlaku 1% per bulan berarti pengusaha industri kecil tahu layak untuk diusahakan.

Kata Kunci : Analisis, Kelayakan usaha, Industri tahu.



Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Pusat Statistik Indonesia 2004-2005. Produksi dalam Negri dan Impor Kedelai. Jakarta

Dede Juanda dan Bambang Cahyono. 2004. Ubi Jalar Budidaya dan Analisis Usahatani. Kanisius. Jakarta.

Doldjoeni, N. 1987. Penduduk, Lingkungan dan Masa Depan. Alumni. Bandung.

Firdaus Muhammad. 2008. Manajemen Agribisnis. Bumi Aksara. Jakarta.

Lia Rahmalia. 2008. Analisis Kelayakan Usaha Industri Tahu Pada Skala Rumah Tangga Di Desa Bekaso Kecamatan Pasir Belengkong Kabupaten Paser. Jurnal Volume 6 Nomor 2 :28-33.

Mulyadi. 1993. Akuntansi Biaya Edisi 5. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen. UGM. Yogyakarta.

Sarwono. 2001. Ekonomi Kedelai di Indonesia: Industri Tahu dan tempe, Bogor: IPB Press.

Sarwono dan Y.P. Saragih.2001. Membuat Aneka Tahu. Penebar Swadaya, Jakarta.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.