PROBLEM PENYEBAB RENDAHNYA PENYERAPAN ANGGARAN DI DAERAH

Nursahidin .

Sari


 


Judul penulisan dalam penelitian Problem Penyebab Rendahnya Penyerapan Anggaran Di Daerah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian secara deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian ini didasarkan pada adanya fenomena dimana masih ditemukan adanya beberapa kendala dalam Problem Penyebab Rendahnya Penyerapan Anggaran Di Daerah.

Faktor-Faktor Penyebab Rendahnya Penyerapan Anggaran APBD, Dalam konteks ini, Bank Dunia menyebut negara-negara berkembang termasuk Indonesia punya permasalahan dalam penyerapan anggaran yang disebut “slow back loaded”, artinya penyerapan rendah pada awal sampai tengah tahun anggaran, namun melonjak memasuki akhir tahun anggaran. Kondisi demikian selalu berulang setiap tahun, sehingga hal ini menjadi suatu yang naif. Kenapa kita selalu masuk ke lubang yang sama dalam penyerapan anggaran ini. Apabila dikaji lebih runut, belanja barang /jasa pemerintah daerah selalu melonjak drastis di akhir semester kedua tahun anggaran. Trennya adalah tiga bulan terakhir selalu melonjak dengan sangat tajam. Tentu hal ini bukan peristiwa yang misterius, pasti terdapat faktor penyebabnya. Hal ini sesuai dengan hukum kausalitas; dimana ada akibat, maka ada penyebabnya.

Kesimpulan dari seluruh uraian di atas dapat disimpulkan bahwa penyerapan APBD yang diharapkan menjadi motor penggerak roda perekonomian di daerah, ternyata ada fenomina dari tahun ke tahun selalu berulang penyerapannya selalu rendah. Untuk tahun 2015 hingga kuartal II rata-rata hanya terserap 26,4%. Banyak faktor yang menjadi penyababnya, baik bersifat internal maupun eksternal.


Abstract

Title of writing in the study of Problem Causes Low Budget Absorption in the Region. This research is a descriptive research type using qualitative research method. This research is based on the existence of a phenomenon where still found some obstacles in the Problem Causes Low Budget Absorption in the Region.

Factors Causing Low Budget Absorption APBD, In this context, the World Bank calls developing countries including Indonesia have problems in budget absorption called "slow back loaded", meaning low absorption in the early to mid-year budget, but soaring into the end of the year budget. Such conditions always repeat every year, so this becomes naive. Why do we always go into the same hole in the absorption of this budget. When analyzed more rapidly, local government goods / services spending always jumped dramatically at the end of the second half of the fiscal year. The trend is that the last three months have always jumped sharply. Of course this is not a mysterious event, there must be factors causing it. This is in accordance with the law of causality; where there are consequences, then there is the cause.

The conclusion of all the above description can be concluded that the absorption of APBD is expected to be the motor of the economy in the region, there is a phenomenon from year to year always repeated absorption is always low. For the year 2015 until the second quarter on average only absorbed 26.4%. Many factors that become penyababnya, both internal and external.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

Kartasasmita, Ginanjar. 1997. Administrasi Pembangunan: Perkembangan Pemikira Dan raktiknya di Indonesia. LPES: Jakarta

Kartasasmita, Ginanjar. 1996. Pembangunan Untuk Rakyat: Memadukan Pertumbuhan dan Pemerataan. CIDES: Jakarta

Solihin, Dadang dan Rajab Semenndawi. 2013. Optimalisasi Otonomi Daerah: Kebijakan, Strategi dan Upaya. Yayasann Empat Sembilan Indonesia: Jakarta.

Undang-Undang N0.32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah

Undang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara

Peraturan Kepmendagri Nomor 30 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2008.

Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri (diolah oleh Tim Serapan Anggaran dan Realisanya) (htpp//Inventori.com, diunduh tanggal 20 April 2016)

(htpp/learning.fe.umy…AhTERI%2006.pdf, diunduh 18 April 2016).

(http/perputakaan.bappenas.go/lont…penyerapan..-BI-291107-115242.pdf, diunduh 18 April 2016).

(htpp/bpkp.goid/public/upload/unit/dy/fy diunduh 19 April 2016).

http/Solopos.com, diunduh 19 April 2016).

(http, Poskota News, diunduh tanggal 19 April 2016).

/Koran Sindo.com, diunduh tanggal 19 April 2015).


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.