GENDER DAN KETIDAK ADILAN

Bahrudin Hasan

Sari


ABSTRAK

 Bahrudin Hasan. Gender Dan Ketidak Adilan. Permasalahan yang ditelaah dari penulisan artikel ini adalah bagaimana ketidak adilan yang terjadi berkaitan dengan Gender. Menjadi budaya di masyarakat, akibat dari konstruksi social dan Media. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bentuk ketidak adilan Gender yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, lebih menonjolkan pihak tertentu dan mengabaikan pihak lain dalam hal ini adalah kaum feminis, merupakan bagian dari kekerasan secara simbolis. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah telaah kajian pustaka, penulis berusaha menjelaskan permasalahan yang berkaitan dengan Gender dan ketidak adilan memberikan penjelasan melalui referensi buku-buku yang kompeten berdasarkan pada kajian tersebut. Adapun pendekatan yang di lakukan pada penulisan artikel ini adalah pendekatan kajian kritis. Berdasarkan hasil telaah kajian pustaka menjelaskan bahwa Gender sebagai konstruksi social, tidak jarang menimbulkan apa yang disebut teoritikus feminism sebagai ketidak adilan gender, ketidak adilan tersebut pada akhirnya juga berimbas pada perlakuan yang tidak adil terhadap perempuan. Di negara-negara miskin, jika keluarga tidak memiliki kesanggupan ekonomi, yang pertama di korbankan untuk urusan pendidikan adalah perempuan. Presepsi yang timpang terbangun di masyarakat akibat dari konstuksi social gender yang tidak adil terhadap perempuna bahwa perempuan setelah dewasa hanya mengurus anak dan suami, sementara laki-laki menjadi pencari nafkah sebagai tulang punggung keluarga, akibat dari presepsi tersebut menempatkan perempuan sebagai kaum yang termarjinalisasi dan tersubordinasi. Tampa diberikan kesempatan yang sama di dasarkan pada kapabilitas. Media menyajikan citra perempuan secara arbitrer atau sewenang-wenang, tempa memikirkan dampak yang akan timbul dari citra yang terbangun tersebut, citra perempuan yang dibangun di media tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pelaku bisnis dan industry yang berada di belakang layar. Perempuan dijadikan objek tujuan industry untuk meningkatkan reting media dengan melakukan eksploitasi berlebihan terhadap tubuh perempuan. Media Massa sering menganggap perempuan sebagai objek pembritaan, mesin operasional, objek seksi bahkan sebagai objek pelecehan dan kekerasan media, tidak memberikan ruang secara adil terhadapa perempuan karena kuasaan patriarki.

 

Kata Kunci: Gender dan Ketidak adilan

 

ABSTRACT

Bahrudin Hasan. Gender and Injustice. The problem that was examined from the writing of this article is how injustice that occurs is related to Gender. Become a culture in society, a result of social construction and media. The purpose of writing this article is to find out the forms of Gender injustice that occur in the midst of society, more emphasizing certain parties and ignoring other parties in this matter are feminists, is part of symbolic violence. The method used in writing this article is a review of the literature review, the author tries to explain the problems related to Gender and injustice giving explanations through reference to competent books based on the study. The approach taken in writing this article is a critical study approach. Based on the results of a review of the literature, it is explained that Gender as a social construction, not infrequently raises what is called feminism theorist as gender injustice, Injustice in the end also affected the unfair treatment of women. In poor countries, if the family does not have economic capacity, the first to be sacrificed for education is women, Unequal perceptions are built in society as a result of social gender constructs that are unfair to women that women after adults-only take care of children and husbands, while men become breadwinners as the backbone of the family, the result of this perception places women as marginalized and subordinated. Tampa is given the same opportunity based on capability. The media presents the image of women arbitrarily or arbitrarily, forging the impact that will arise from the image that is built, the image of women built in the media is tailored to the needs of business and industry players who are behind the scenes. Women are used as objects of industrial goals to increase media retention by over-exploiting women's bodies. The mass media often regard women as objects of criticism, operational machinery, sexy objects, even as objects of harassment and media violence, not providing a fair space for women because of patriarchal power. 

 

Keywords: Gender and injustice


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Dani Cavallaro. “Critical and Cultural Theory”. Cet. I. Niagara, Yogyakarta. 2001

Curtis D. Coats and Stewart M. Hoover, “Media, Religion And Gender”. London An Newyork. Taylor &Francis Group

Dr. Akhyar Yusuf Lubis. “Pemikiran Kritis Kontempoler “. Cet. I. PT. RajaGrafindo Persada. Jakarta. 2015

Dr. Alex Sobur. “Filsafat Komunikasi Tradisi Dan metode Fenomenologi”. Cet. II. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.2014

Richard West dan Lynn H. Turner. “Pengantar Teori Komunikasi Analisis dan Aplikasi “. Cet. II. Salemba Humanika. Jakarta. 2010

Prof. Dr. Muhammad Budyatma. “Teori Komunikasi Antarpribadi”. Cet. III. Kencana. Jakarta. 2014

Liza Hafiz. “Perempuan Dalam Wacana politik Orde Baru”. Jakarta. LP3ES. 2002.

Ade Armando dan kk. “Wanita Dan Media“. Remaja Rosdakarya. Bandung, 1998

Direktorat Jenderal-Kemenlu. “Cetak Biru Kesataraan Gender Dan pemberdayaan Perempuan Dalam Pelaksanaan Politik Luar Negeri”. Jakarta. 2015

Stephen W. Littlejhon dan Karen A. Foss, “Teori Komunikasi“. Salemba Humanika, Jakarta. 2009.

Nasarudin Umar, “Argumen Kesetaraan Gender Perspektif Al-Quran”, Paramadina. Jakarta. 2001

Rhoda K. Unger & Female and Male, “Psychological Perspektive”. New York, P. San Francisco & London. 1979

http://www.jurnalperempuan.org

JSGI, Vol. 04, No. 01, Agustus 2013. ISSN: 2087-9830

Ratna Batara Munti, “Perempuan Sebagai kepala Rumah Tangga”. LKAG. Jakarta.1999

Tim IP4-Lappera. “Perempuan Dalam Pusaran Demokrasi Dari Pinta Otonomi Ke Pemerdayaan. Bantul.2001

James William and Coleman Donald R. Cressey, “Sosial Problem “. USA; Harper Collins College Publisher, 1996

Prijono Tjiptoherijanto, “Keseimbnagan Penduduk, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Pembangunan Daerah, Pustaka Sinar Harapan. Jakarta. 1999

Maria Ulfa Anshor. “Pendidikan dan Pengasyhan Dengan Perspektif Gender, Februari 2017

Nasaruddin Umar. “Argumen kesetaraan Gender Perspektif Al-Quran”. Paramadina. Jakarta. 2001

Kate Miller. “Sexsual Politic”. Newyork: Doubledy dan Co, 1970

Fatimah Umar Nasif. “Mengugat Sejarah Perempuan Sesuai Tuntunan Islam”. Cendekia. Jakarta. 2001.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/signal.v7i1.1910

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution - Share Alike 4.0 International License