STRATEGI KOMUNIKASI KEPALA ADAT DALAM MELESTARIKAN KESENIAN BELUK

Femi Oktaviani, Baruna Tyaswara, Roswida Roswida

Sari


ABSTRAK

 

Seni beluk adalah seni tradisional dari kampung adat Cikondang yang melantunkan pupuh sunda dengan suara yang di keraskan. Kepala adat melakukan suatu strategi yang bertujuan untuk melestarikan kesenian beluk dengan cara mengajak generasi muda di kampung adat Cikondang menjadi pemain seni beluk sebagai generasi penerus selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi komunikasi tentang perencanaan pesan, menentukan metode penyampaian pesan dan sosialisasi kesenian beluk yang digunakan oleh kepala adat dalam melestarikan kesenian beluk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan studi deskriptif  kualitatif.  Teori yang digunakan untuk menganalisa penelitian ini yaitu teori perencanaan dan interaksi simbolik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa langkah dalam menjalankan strategi komunikasi dengan perencanaan pesan yaitu menetapkan tujuan, menentukan isi pesan, penggunaan kata-kata yang sederhana dan memahami komunikan. Kedua dalam strategi komunikasi harus menentukan metode penyampaian pesan yang tepat dan efektif yaitu metode redudency dan canalizing. Ketiga adalah sosialisasi kepada masyarakat agar diketahui oleh banyak orang. Dari sosisalisasi tersebut terdapat bentuk sosialisasi primer dengan menanamkan nilai-nilai budaya yaitu melestarikan kesenian beluk melalui komunikasi dua arah.

 

Kata Kunci: Strategi komunikasi, kepala adat, seni beluk.

 

 

ABSTRACT

 

The art of beluks is the traditional art of the Cikondang village traditional which chants Sundanese poems with a loud voice. The head of a customary carried out a strategy that aimed to preserve the art of beluk by inviting young people in the Cikondang traditional village to become outsiders as the next generation. This study aims to examine communication strategies about planning messages, determine the method of delivering messages and socialize the art of beluk that are used by traditional leaders in preserving the art of beluk. This study uses qualitative methods and qualitative descriptive studies. The theory used to analyze this research is planning theory and symbolic interaction. The results of the study show that there are several steps in carrying out a communication strategy with planning messages, namely setting goals, determining the contents of the message, using simple words and understanding communicants. The second in the communication strategy must determine the right and effective method of delivering messages, namely the redundancy and canalizing methods. The third is socialization to the public to be known by many people. From the socialization, there is a form of primary socialization by instilling cultural values, namely preserving the art of beluk through two-way communication.

 

Keywords: Communication strategy, customary head, beluk art.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


REFERENSI

Arifin, Anwar. 2011. Komunikasi Politik Filsafat-Paradigma-Teori-Tujuan-Strategi dan Komunikasi Politik Indonesia, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Denzin, Norman k & Lincoln, Yvonna S. 2009. Handbook of Qualitative Research, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hafied, Cangara. 2014. Perencanaan Dan Strategi Komunikasi, Jakarta: Raja Grafindo Persada

Littlejhon, Stephen w dan Foss Karen A. 2011. Teori Komunikasi Theories of Human Communication, Jakarta Selatan: Salemba Humanika

Morissan. 2013. Teori Komunikasi, Bogor: Ghalia Indonesia

Oktaviani, Y., Oktaviani, F., & Taufik, R. R. (2016). Strategi Komunikasi dalam Membangu Brand Image TK Tuna Siliwangi. J-IKA, 3(1), 23–32.

Purwanto, Djoko. 2011. Komunikasi bisnis. Jakarta: Erlangga.

Rakhmat, Jalaluddin. 2002. Metode penelitian komunikasi, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sunarto, Kamanto.2004. Pengantar Sosiologi, Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/signal.v7i2.2414

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


This work is licensed under a Creative Commons Attribution - Share Alike 4.0 International License