PENGARUH TINGGI PEMANGKASAN (RATOON ) DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PRODUKSI PADI (Oryza Sativa L.) KULTIVAR CIHERANG

alfandi alfandi

Sari


Budidaya padi ratoon merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas lahan per satuan luas dan per satuan waktu, khususnya pada lahan yang agak terbatas ketersediaan air pada akhir musim hujan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi pemangkasan batang padi dan pemupukan Nitrogen terhadap produksi padi.  Penelitian ini menggunakan metode percobaan di lapang, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu faktor tinggi pemangkasan dan pupuk Nitrogen (menggunakan pupuk Urea). Faktor tinggi pemangkasan (ratoon) terdiri dari 4 taraf, yaitu ratoon 5; 10; 15; dan 20 cm dari permukaan tanah (p1, p2 , p3, dan p4) dan faktor urea dengan 5 tarah yaitu 100; 200; 300; 400 dan 500 kg urea/ha (n1, n2 , n3, n4 dan n5).

Hasil percobaan menunjukkan bahwa pengaruh interaksi antara perlakuan tinggi pemangkasan batang padi dan dosis pupuk Nitrogen berbeda tidak nyata terhadap semua variabel hasil padi ratoon. Namun demikian perlakuan tinggi pemangkasan batang padi berpengaruh secara nyata terhadap panjang dan jumlah malai, bobot gabah bernas per malai, bobot gabah 1000 butir dan bobot kering giling per rumpun dan per petak. Hubungan antara variabel tinggi pemangkasan dengan semua variabel respon bersifat linier.

Dosis pupuk Nitrogen berpengaruh nyata terhadap panjang dan jumlah malai, bobot gabah kering giling per rumpun dan per petak, namun hubungannya tidak bersifat linier.  Dari selang perlakuan tersebut bobot padi per petak yang paling tinggi diperoleh pada perlakuan pemangkasan 5 cm yaitu 2.642,4 gram/petak atau setara dengan 3.303 kg/ha dan pemberian pupuk Urea sebesar 400 kg/ha yaitu 2.249,6 gram/petak atau setara dengan 2.812 kg/ha


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bahar, F.A and S.K. De Datta. 1977. Prospects of Increasing Total Rice Production Through Ratooning. Agron. J. 69:536-540.

Chauchan J.S, B.S. Vergara dan S.S. Lopez. 1985. Rice Ratooning. IRRI Research Paper Series. Number 102 . February 1985. IRRI Philippines.

Gardner, F.P., R. Brent Pearce, Poger R. Michael. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya, Penterjemah Herawati Susilo. UI Press. Jakarta.

Nadal, A.M., and V.R. Carangal. 1979. Perfomance of The Main and Ratoon Crops of 13 Anvanced Rice Selections Under Dry Seeded Rainfed Bunded Conditions. Philipp. J. Crop Sci. 4 (2/3) : 95-101.

Prashar C.E.K. 1970. Paddy Ratoons. World Crops 22(3):145-147.

Roy, S.K, and J. Mondel. 1988. Potential for Rice Ratooning in Easteren India, With Special Reperence to Photoperiod Sensitive Rices for Deepwater Areas. In : Rice Ratooning. IRRI. Los Banos Philipines. Pp. 135-142.

Sutarwi Surowinoto.1983. Budidaya Tanaman Padi. Jurusan Agronomi Faperta IPB. Bogor.

Zaenal Abidin. 1993. Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Angkasa. Bandung


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.