KAJIAN PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TANAMAN PERKEBUNAN SKALA KECIL DI KABUPATEN CIREBON PROVINSI JAWA BARAT

Dodi Budirokhman

Sari


Kabupaten Cirebon memiliki potensi dalam pengembangan agroindustri, terutama pada sector tanaman perkebunan, karena Kabupaten Cirebon memiliki sumber daya alam yang mendukung, yaitu kondisi agroklimat yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman perkebunan sperti kelapa, melinjo, dan nilam.

            Peningkatan luas areal dan produksi tanaman perkebunan di Kabupaten Cirebon masih sedikit yang diolah lebih lanjut.  Hasil tanaman perkebunan yang diperdagangkan para petani rata-rata masih terbatas pada tingkat on farm agribusiness dengan nilai tambah (value added) bagi petani yang masih kecil yang mengakibatkan pendapatan petani blum memadai.

            Masalah-masalah yang nampak dalam pengembangan agroindustri tanaman perkebunan skala kecil di Kabupaten Cirebon adalah kantong-kantong produksi tanaman perkebunan tersebar di seluruh wilayah dengan jenis komoditas yang beraneka ragam.

            Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan tanaman perkebunan, menentukan kawasan andalan, dan menentukan strategi pengembangan agroindustri tanaman perkebunan skala kecil yang sesuai dengan kondisi Kabupaten Cirebon.

            Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode survey, melalui pengumpulan data berupa data primer dan data sekunder yang diperoleh secara langsung melalui survey lapangan (observasi), pengisian kuesioner, wawancara, dan studi pustaka dari laporan penelitian dan catatan dinas terkait.  Metode analisis data untuk menentukan komoditas unggulan, kawasan andalan dan strategi pengembangan menggunakan teknik keputusan berjenjang yang dikenal Analytical Hierarchy Process  (AHP).

            Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas unggulan yang berpotensi untuk dikembang-kan dalam pengembangan agroindustri tanaman perkebunan skala kecil di Kabupaten Cirebon adalam komoditas Nilam,  sedangkan kawasan yang berpontensi paling tinggi sebagai pusat pengembangan agroindustri komoditas nilam (komoditas unggulan terpilih) adalah Kecamatan Dukuh Puntang, dan kecamatan alternatif lain secara brturut-turut adalah Sumber, Beber, dan Asata Japura.

            Hasil analisis strategi pengembangan menunjukkan bahwa faktor kelembagaan merupakan faktor yang paling berperan dalam pengembangan agroindustri minyak nilam skala kecil di Kabupaten Cirebon, diikuti SDM, sosial budaya, kebijakan pemerintah dan permodalan.  Untuk pelaku (actor) yang paling berperan adalah BUMN/S dan Kelompok Tani/KUB, dan tujuan yang diproritaskan dalam pengembangan agroindustri minyak nilam skala kecil di Kabupaten Cirebon adalah meningkatkan pendapatan petani.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bryson, J.M. 2000. Perencanaan Strategi Bagi Organisasi Sosial (Penerjemaah M. Mitfahudin). Pustaka Pelajar, Yogya-karta.

Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI, 1997 Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Kawasan Agroindustri Terpadu. Deperindag RI . Jakarta.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cirebon, 2001. Laporan Tahunan Tahun 2000. Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Cirebon. Cirebon

Gumbira, E, 2001. Manajemen Agribisnis. PT. Ghalia Indonesia Jakarta.

Imran, 1994. “Pengaruh Peubah Lingkungan Fisik Terhadap Pertumbuhan, Hasil dan Kandungan Minyak Nilam (Pogostemon cablin BENTH)” (Tesis tidak dipubli-kasikan) Program Pascasarjana IPB. Bogor

Kustanto, H. 1999. “Sistem Penunjang Keputusan untuk Pengembangan Agroindustri Komoditas Unggulan pada Kawasan Andalan (Studi Kasus Di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat)” (Tesis tidak dipublikasikan). Program Pasca-sarjana IPB, Bogor.

Moeljadi. 1999. “Pengaruh Beberapa Faktor Internal Perusahaan dan Assistensi Pemerintah Terhadap Kinerja Industri Kecil Di Jawa Timur”. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Brawijaya. Malang.

Saaty, T.L. 1993. Pengambilan Keputusan Bagi para Pemimpin. Proses Hirarki Analitik untuk Keputusan dalam Situasi yang Kompleks. Terjemahan Liana Setio. PT Binaman Presindo. Jakarta.

Sholahudin, A. 2001. “Strategi Pengembangan Agroindustri pada Kawasan Sentra Produksi di Kabupaten Tebo Jambi” (Tesis tidak dipublikasikan). Program Pascasarjana IPB. Bogor.

Zakiah, 2000. “Model Respon Produksi dan Ekspor Minyak Nilam Indonesia: Analisis Simulasi” (Tesis tidak dipubli-kasikan). Program Pascasarjana IPB. Bogor.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.