PENGARUH NAUNGAN PLASTIK TRANSPARAN, KERAPATAN TANAMAN DAN DOSIS N TERHADAP PRODUKSI DAN BIAYA PRODUKSI UMBI MINI ASAL BIJI BAWANG

Holil Sutapradja

Sari


Sutapradja, H.  2007. Pengaruh naungan plastik transparan, kerapatan tanaman dan dosis N terhadap produksi dan biaya produksi umbi mini asal biji bawang merah (Allium ascalonicum L.). Penelitian bertujuan untuk mendapatkan naungan, kerapatan tanaman dan dosis N yang sesuai serta efisiensi untuk produksi umbi mini asal biji bawang merah, yang dilaksanakan di Kebun Percobaan Balai Penelitian Tanaman Sayuran Lembang (1250 meter di atas permukaan laut) dengan jenis tanah Andosol, dari bulan Oktober 2005 sampai Februari 2006 (musim hujan). Perlakuan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial Pertama Naungan 3 taraf, yiatu : (1) Naungan plastik transparan yang digunakan dari awal semai biji sampai panen umbi, (2) Naungan plastik transparan digunakan dari awal semai biji sampai tanaman berumur 6 minggu, dan (3) Tanpa naungan. Faktor Kedua Kerapatan Tanaman 3 taraf yaitu : 4, 6 dan 8 gram biji per m². Faktor Ketiga Dosis Pupuk N 2 taraf yiatu : 45 dan 90 kg N/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman dan hasil umbi. Sedangkan pemberian 45-90 kg N/ha tidak memberikan perbedaan pertumbuhan dan hasil umbi yang nyata. Hasil bobot umbi kering eskip tertinggi sebesar 2,54 kg/m² diperoleh dengan penggunaan naungan plastik transparan dari awal biji disemai sampai panen umbi yang dikombinasikan dengan kerapatan tanaman 8 g biji/m² dan dosis 45 kg N/ha. Namun secara ekonomis penggunaan naungan sejak semai biji sampai tanaman berumur 6 minggu yang dikombinasikan dengan kerapatn tanaman 6 g biji/m² dan 90 kg N/ha adalah plaing efesien yang ditunjukkan oleh biaya produksi umbi per kilogramnya yang paling rendah yakni Rp. 3.888,24. Hasil bobot umbi menunjukkan bahwa lebih dari 60% berukuran umbi kelas A (> 10 g) dan kelas B (> 5-10 g), dan sisanya 10-40% berukuran kelas C (3-5 g). Tidak dihasilkan umbi mini (< 2 g/umbi) ini diduga karena tanahanya terlalu subur serta kerapatan tanamannya masih jarang untuk memproduksi umbi mini bawang merah.


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Brewster, J.L. 1979. The response of growth rate temperature on seedlings of several Allium crop species. Ann. Appl. Biol. 93:351.

Brewster, J.L., H.R. Rowse and A.D. Bosch. 1991. The effects of sub-seed placement of liquid N dan P fertilizer on the growth and development of bulb onion over range of plant densities using primed and non primed seed. H. Hort.Sci. 66 (5) : 551-557.

Brewster, J.L. 1994. Onion and other vegetable Alliums. Cab. International Cambridge. P : 93-115.

Currah L. and F.J. proctor. 1990. Onion in tropical region. Bull. No. 35. National Resources Institue UK : 20-21.

Grubben, G.J.H. 1990. Timing of vegetable production in Indonesia. Bul.Penel.Hort. XVIII (1) : 43-53.

Hidayat, A. dan R. Rosliani 1996. Pengaruh pemupukan N, P, dan K pada pertumbuhan dan produksi bawang merah kultivar Sumenep. J.Hort. 5(5) : 39-43.

Permadi, A.H. 1991. Penelitian pendahuluan variasi sifat bawang merah yang berasal dari biji. Bul.Penel.Hort. XX (4) : 120-131.

Permadi, A.H. 1993. Growing shallot from true seed. Research Results and Problems. Onion Newsletter for The Tropics. NRI. United Kingdom. July 1993 (5) : 35-38.

Putrasamedja S. 1995. Pengaruh jarak tanam pada bawang merah (Allium cepa var. ascalonicum Bachter) dari biji (TSS) terhadap produksi. J. Hort. 5(1) : 76-80.

Rahim M.A., M.A. Hakim, A. Begum and M.S. Islam 1992. Scope for increasing the total yield and fulfilling the demand for onions during the period of shortage in Bangladish through the bulb to bulb (set) method of production. Onion Newsletter for The Tropics. No. 4. July 1992 : 4-6.

Stallen, M.P.K. and Y. Hilman. 1991. Effect of plant density and bulb size on yield and quality of shallot. Bul.Penel.Hort. XX (EK 1) : 117-125.

Suhardi 1996. Pengaruh waktu tanam danperlakuan fungisida terhadap intensitas serangan antraknosa pada bawang merah. J. Hort. 6(2) : 172-180.

Sumarni, N. dan Suwandi 1993. Pengaruh langsung pemberian pupuk Nitrogen Pelepas Lambat (SRN) pada bawang merah. J.Hort. 3(3) : 8-16.

Sumarni N., E. dan A.A. Asandhi 1992. Pengaruh pemupukan

system petani dan system pemupukan berimbang terhadap intensitas serangan penyakit cendawan pada bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Bima. Bul.Penel.Hort. XXIV (2) : 19-26.

Suryaningsih, E. dan A.A. Asandhi 1992, Pengaruh pemupukan

system petani dan system pemupukan berimbang terahdap intensitas serangan penyakit cendawan pada bawang merah (Allium ascalonicum L.) varietas Bima. Bul.Penel.Hort. XXIV (2) : 19-26.

Suwandi dan Y. Hilman 1992. Penggunaan pupuk nitrogen dan triple super phosphate pada bawang merah. Bul.Penel.Hort. XXII (4) : 28-40.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.

Komentar di artikel ini

Lihat semua komentar