Tingkat Pencoklatan Eksplan Salak Unggul Harapan Baru Asal Tasikmalaya

Selvy Isnaeni, Roza Yunita

Abstract


Jenis tanaman salak yang baru saja ditemukan oleh tim peneliti dari UNPAD diduga merupakan
turunan dari salak manonjaya yang telah banyak dikenal sebagai salak asal Tasikmalaya. Perbanyakan
salak pada umumnya menggunakan stek, namun untuk salak baru ini telah dilakukan penelitian dengan
stek dan belum berhasil. Sehingga perlu adanya teknik perbanyakan lain yang mampu memperbanyak
bibit tanaman salak baru ini. Teknik perbanyakan lain yang dapat dilakukan adalah kulturin vitro.
Namun pada kultur invitro masih memiliki kendala pada kondisi ekplan yang sering mengalami
pencoklatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencoklatan eksplan tanaman salak.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Agroteknologi UIN Sunan Gunung Djati
Bandung, pada bulan Agustus – Oktober 2018. Metode yang digunakan yaitu RAL Faktorial dengan 3
ulangan. Perlakuan menggunakan berbagai konsentrasi BAP dan 2,4-D. Hasil inisiasi eksplan salak
menunjukkan bahwa tingkat pencoklatan eksplan salak sangat tinggi. Dari hasil uji lanjut anova pada 3
MSI pemberian BAP dan 2,4-D berpengaruh nyata terhadap pencoklatan. Sementara untuk eksplan yang
mengalami pembengkakan (kalus) hanya 12% yaitu pada eksplan dengan konsentrasi BAP 1,5 mg/L dan
2,4-D 40 mg/L.
Kata kunci : 2,4-D, BAP, in vitro, pencoklatan, salak


References


Admojo, L., & Indrianto, A. (2016).

Pencegahan browning fase inisasi

kalus pada kultur midrib daun klon

karet (Hevea brasiliensis Muell Arg)

Pb 330. Indonesian Journal of Natural

Rubber Research, 34(1), 25–34.

Chaudhary, G., & Dantu, P. K. (2015).

Evaluation Of Callus Browning And

Develop A Strategically Callus

Culturing Of Boerhaavia Diffusa L.

Journal of Plant Development, 22,

–58.

Hapsari, H., Djuwendah, E., & Karyani, T.

(2008). Peningkatan nilai tambah dan

strategi pengembangan usaha

pengolahan salak Manonjaya.

Agrikultura, 19(3), 208–214.

Lizawati, N., & Desfira, R. (2012). Induksi

kalus eksplan daun Durian (Durio

zibethinus Murr. cv. Selat Jambi) pada

beberapa kombinasi 2, 4-D dan BAP.

Jurnal Bioplantae, 1(1), 19–25.

Oratmangun, K. M., Pandiangan, D., &

Kandou, F. E. (2017). Deskripsi JenisJenis

Kontaminan Dari Kultur Kalus

Catharanthus roseus (L.) G.

Donnaman. Jurnal MIPA, 6(1), 47–

Rodinah, R., Razie, F., Naemah, D., &

Fitriani, A. (2016). Respon Bahan

Sterilan Pada Eksplan Jelutung Rawa

(Dyra Lowii). Jurnal Hutan Tropis,

(3), 240–245.

Shofiyani, A., & Damajanti, N. (2017).

Pengembangan Metode Sterilisasi

pada Berbagai Eksplan Guna

Meningkatkan Keberhasilan Kultur

Kalus Kencur (Kaemferia Galangal

L). Agritech: Jurnal Fakultas

Pertanian Universitas

Muhammadiyah Purwokerto, 17(1),

–64.

Wicaksana, N., Kusumiyati, & Nursuhud.

(2013). Identifikasi dan Karakteristik,

serta Pengembangan Salak Unggul

Baru Tasikmalaya. Jatinangor:

Universitas Padjadjaran.




DOI: http://dx.doi.org/10.33603/jas.v2i1.2741

Refbacks

  • There are currently no refbacks.