KONSEPSI TAUHID MENURUT MUHAMMAD BIN ABDUL WAHAB DAN IMPLIKASINYA BAGI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM

Itah Miftahul Ulum

Sari


Tauhid adalah ilmu yang pertama kali harus dipelajari oleh seorang Muslim. Karena itu,
tauhid termasuk ajaran dasar Islam. Ilmu tauhid berkaitan dengan hakikat Allah, Namanama
Allah dan Sifat-sifatNya, dan sarana bagi seorang hamba untuk bertemu
denganNya.
Secara umum penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh gambaran konsepsi
tauhid menurut Muhammad bin Abdul Wahab. Sedangkan secara khusus, penelitian ini
dimaksudkan untuk memperoleh gambaran konsepsi tauhid menurut Muhammad bin
Abdul Wahab dan implikasinya bagi tujuan pendidikan Islam yang dibatasi pada peran
abdullah (hamba Allah) dan khalifatullah (wakil Allah) dalam menjalankan tugasnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis deskriptif, dengan
tidak melakukan kritik intern terhadap pemikiran Muhammad bin Abdul Wahab, dengan
sumber data yang diambil dari Kitab al-Tauhid, karya Muhammad bin Abdul Wahab
sebagai sumber data primer. Selain itu, data juga diambil dari Kitab Kasyfu Syubuhat,
Kitab al-Ushul al-Tsalatsah wa Adilatuha, dan Kitab Syarh al-Aqidah al-Washitiyah,
karya Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam Ibn Taimiyah, Kitab Risalah Tauhid
karya Muhammad Abduh, dan Kitab Aqidah Islam karya Hasan al-Bana, serta
kepustakaan lain yang berhubungan dengan tauhid dan pendidikan Islam.
Temuan penelitian bahwa konsepsi tauhid menurut Muhammad bin Abdul Wahab, terdiri
dari tiga, yaitu tauhid rububiyah, tauhid uluhiyah, dan tauhid asma wa sifatihi yang
berarti bahwa Allah SWT memiliki 99 Nama Yang Baik, seperti al-Rahman dan al-
Rahim.
Dari penelitian ini, diketahui bahwa implikasi Konsepsi Tauhid Menurut Muhammad bin
Abdul Wahab bagi Tujuan Pendidikan Islam, dapat disimpulkan bahwa abdullah (hamba
Allah) dalam menjalankan tugasnya bersifat pasif, sedangkan khalifatullah (wakil Allah)
bersifat aktif dan dinamis.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.