Pertanian Organik Dalam Persepsi Petani Desa Bantaragung Sebagai Penjaga Kelestarian Kawasan Hutan TNGC

Siti Wahana

Sari


Desa Bantaragung merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan hutan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).Desa Bantaragung oleh pengelola TNGC akan dijadikan desa yang ramah lingkungan dengan penggunaan pertanian sehat dalam budidaya pertaniannya. Sebelum program pertanian sehat tersebut di laksanakan di Desa Bantaragung tentunya diperlukan penelitian awal tentang persepsi petani Desa Bantaragung terhadap pertanian sehat.Hal ini dilakukan agar program tersebut dapat diterima dan dilaksanakan oleh petani sekitarnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun sehingga pengembangan Desa Bantaragung menjadi desa pertanian sehat terwujud.Penelitian ini bertujuan untuk dapat menggambarkan atau menganalisis persepsi petani desa Bantaragung terhadap pertanian sehat. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa karakteristik petani yang mengusahakan lahan pertanian di desa Bantaragung adalah mayoritas memiliki umur 45-64 tahun, dengan tingkat pendidikan yang rendah (mayoritas lulusan SD). Petani di Desa Bantaragung juga mayoritas mengusahakan luas lahan yang sempit (0,05-0,5 Ha) dengan mayoritas kepemilikan sendiri. Petani memiliki persepsi yang baik terhadap kemanfaatan pertanian sehat yaitu dalam  memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya produksi, mempermudah pengolahan tanah, meningkatkan pendapatan, lebih besar mengontrol pekerjaan di sawah, harga jual lebih bagus sehingga keunggulan pertanian mampu menutupi kekurangannya. Persepsi petani terhadap kemudahan pupuk organik juga baik yaitu dalam indikator kemudahan, cara pembuatan mudah dan jelas, mudah menjadi terampil dan mudah dipraktekan. Fleksibilitas pupuk organik memiliki nilai tidak setuju yang paling tinggi dibanding indikator lainnya.

Kata Kunci: kawasan hutan, persepsi petani, pertanian organik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Aprilyanti, S. (2018). Pengaruh Usia dan Masa Kerja dalam Produktivitas Kerja. Jurnal Sistem dan Manajemen Industri. Researchgate, 1(2), 68–72. Retrieved from www.researchgate.net

Ashari, Sharifuddin, J., Mohammed, Z., & Terano, R. (n.d.). Persepsi Petani Terhadap Teknologi Usaha Tani Organik dan Niat Mengadopsinya. In Perlindungan dan Pemberdayaan Pertanian dalam Rangka Pencapaian Kemandirian Pangan Nasional dan Peningkatan Kesejahteraan Petani (pp. 35–44).

Bantaragung, Sindangwangi, Majalengka. (2018.). Retrieved from https://id.wikipedia.org/wiki/Bantar_Agung,_Sindangwangi,_Majalengka.

Basri, H. (2016). Analisis Persepsi Petani Terhadap Pemanfaatan Bokhasi Pada Pertanaman Padi Sawah. AGRISEP, 15.

Badan Pusat Statistika (2013). Rata-Rata Luas Lahan yang Dikuasai Per Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurut Wilayah dan Jenis Lahan Tahun 2003 dan 2013 (m2). Retrieved from http://st2013.bps.go.id/dev/st2013/index.php/site/tabel?tid=27&wid=0

Hasudungan Huaturuk, E. (2018). Pengaruh Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Petani Terhadap Tingkat Produktifitas Tanaman Kopi dan Kontribusinya Terhadap Pengembangan Wilayah Di Kabupaten Tapanuli Utara. Retrieved from www.researchgate.net

Hermawati, U., Ihsaniyati, H., & Utami, B. W. (2016). Persepsi Petani Terhadap Karakteristik Pupuk Organik Cair Limbah Etanol di Kecamatan Mojolaban. ARISTA, 4(3), 1–12.

Kardinan, A. (2016). Sistem Pertanian Organik : Falsafah Prinsip Inspeksi. Malang: Intimedia.

Theresia, V., Fariyanti, A., & Tinaprilla, N. (2016). Pengambilan Keputusan Petani Terhadap Penggunaan Benih Bawang Merah Lokal dan Impir di Cirebon, Jawa Barat, 2(1), 50–60. https://doi.org/10.18196/agr.2125


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.