Kemampuan Geometri Putra dan Putri, Apakah Berbeda?

Ferry Ferdianto

Sari


Pemahaman konsep materi Dimensi Tiga berhubungan erat dengan kemampuan memvisualisasi unsur-unsur bangun ruang dan hubungan antar unsur-unsur tersebut yang  kemudian akan dibawah kembali ke dalam simbol-simbol yang lebih absttrak. Hal ini banyak menyebabkan para siswa merasa sulit dan menganggap materi geometri terlalu abstrak. Sehingga dalam mempelajari materi geometri hasilnya tidak dapat mencapai maksimal.

Untuk memahami konsep matematika yang bersifat abstrak di butuhkan belajar kelompok. Dengan cara berkelompok, siswa dapat berdiskusi satu sama lain, siswa dapat bertukar  informasi dan siswa yang pintar dapat membantu siswa yang kurang pintar. Sesuai dengan yang telah diungkapkan pada uraian di atas, maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan kemampuan geometri antara putra dan putri.

Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dimana pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sample, subjek uji coba penelitian ini adalah siswa kelas X putra dan putri Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Kuningan.     

Perbedaan konsep gender secara sosial telah melahirkan perbedaan peran putri dan putra dalam masyarakat. Ada hubungan antara gender dan kecerdasan logis-matematis, dan terdapat perbedaan dalam memecahkan soal-soal matematika antara putra dan putri disebabkan oleh perbedaan dalam kemampuan spasial mereka.

Hasil kemampuan geometri siswa pada kelas eksperiman putra lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan geometri siswa pada kelas eksperiman putri. Ini menunjukkan benar bahwasannya terdapat perbedaan kemampuan geometri  antara siswa putra dengan kemampuan geometri siswa putri.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Flag Counter

Laman Jurnal LOGIKA: http://jurnal.unswagati.ac.id/index.php/logika/index

Jurnal LOGIKA memiliki p-ISSN 1978-2560 dan e-ISSN 2442-5176