EFEKTIFITAS PEMBINAAN KARAKTER GENERASI MUDA DALAM PRESEPSI TOKOH MASYARAKAT DAN PEMUDA (Studi Kasus Pasca Konflik Sosial Ambon)

Laros Tuhuteru

Sari


Penelitian bertolak dari permasalahan pokok bahwa sampai saat ini belum ditemukan pola pembinaan karakter generasi muda pasca konflik sosial di kota Ambon yang efektif dilakukan, baik di keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, Organisasi sosial kemasyarakatan. Penelitian bertujuan untuk memahami sikap dan perilaku generasi muda Ambon pasca konflik sosial, sebagai solusi pembinaan karakter generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Informan dipilih secara purposive dan data hasil penelitian diolah melalui proses reduksi, analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola pembinaan karakter generasi muda kota Ambon pasca konflik sosial, evektif dilakukan dengan pendekatan budaya lokal, (1) kersama (makan patita), (2) kebebasan (pela gandong), (3) toleransi (ale rasa beta rasa), (4) nilai kerja sama (masohi). Budaya lokal digunakan sebagai program penyelengaraan pembinaan karakter generasi muda dan resolusi konflik sosial, sehingga dapat ditemukan sikap persaudaraan, kerja sama, toleransi, kerukunan, tanggung jawab, pengendalian diri, dan komunikasi yang santun.

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.