Efektivitas Ekstrak Daun Patikan Kebo (Euphorbia hirta L.) Dibandingkan dengan Povidone Iodine 10% terhadap Ketebalan Epitelisasi pada Luka Insisi Tikus Putih Jantan

Nurbaiti Nurbaiti, Ari Fajar Ramdani, Hikmah Fitriani

Sari


ABSTRAK

 

 

Latar Belakang: Luka insisi yaitu adanya robekan linier pada kulit dan jaringan di bawahnya karena teriris oleh instrumen tajam. Penyembuhan luka dapat dibagi ke dalam tiga fase, yaitu fase inflamasi, proliferasi, dan remodelling. Epitelisasi mulai terbentuk pada fase proliferasi. Ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) mengandung tanin, saponin, dan senyawa flavonoid yang berperan dalam proses penyembuhan luka yang melibatkan proses epitelisasi.

Tujuan : Mengetahui perbandingan efektivitas ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) dibandingkan dengan povidone iodine terhadap ketebalan epitelisasi pada luka insisi tikus putih jantan.

Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan post test only control group design dengan menggunakan hewan percobaan tikus putih jantan galur wistar sebagai subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan lima kelompok yaitu satu kelompok kontrol negatif, satu kelompok kontrol positif menggunakan povidone iodine 10%, dan tiga kelompok perlakuan menggunakan dosis 2,75%, 5,50% dan 8,25%. Uji statistik menggunakan One Way ANOVA.

Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) dengan dosis 8,25% lebih efektif dibandingkan povidone iodine 10% sebesar 66.360 µm (P<0.05).

Kesimpulan : Pemberian ekstrak daun patikan kebo (Euphorbia hirta L.) terhadap proses ketebalan epitelisasi pada luka insisi lebih efektif dibandingkan dengan povidone iodine

Kata Kunci : Ketebalan epitelisasi, luka insisi, patikan kebo, povidone iodine 10%


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Bisono, Hasibuan LY, Soedjana H. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 3. Sjamsuhidajat, editor. Jakarta: EGC; 2010.

Wilson LM. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6. Vol 1. Price SA, Wilson LM, editor. Jakarta: EGC; 2013

Ziemba R. First aid in cases of wounds, fractures, as well as thermal and chemical burns. Mil Pharm and Med: 15–24. 2012.

Calais G. Prevention and Management of Acute and Chronic Wounds. FedBureau Clin Pract Guid. 82(1): 10–24. 2014.

Sinaga MS. Penggunaan Bahan pada Perawatan Luka di RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematang Siantar. Jurnal Keperawatan Klinis; 2010.

Gabbriel A. Wound Irrigation. (Online). Diakses 10 Oktober 2013 pada 18.48 WIB. http://emedicine.medscape.com/article/1895071-overview; 2013.

Harvey, C.Wound Healing.Orthopaedic Nursing.24(2): 143-159.2005

Li K, Diao Y, Zhang H, Wang S, Zhang Z, Yu B, Huang S, Yang H. Tannin Extracts from Immature Fruits of Terminalia chebula Fructus Retz. Promote Cutaneous Wound Healing in Rats. BMC Complementary and Alternative Medicine. 2011; 11: 86.

Kumar SG, Saikishore MBP, Panchal S. Evaluation of Flower Buds Syzygium Aromaticum for Antimicrobial and Wound Healing Activity in Rats. Int J Ph Sci. 2012; 4(1):1746-1750.

Pratiwi AD, Ratnawati R, Kristianto H. Pengaruh Pemberian Ekstrak Kuncup Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap Peningkatan Ketebalan Epitelisasi Luka Insisi pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Galur Wistar Arum. 2015;2:135–43.

Taufiq L, Wahyuningtyas N, Wahyuni AS. Efek Antiinflamasi Ekstrak Patikan Kebo (Euphorbia hirta L) pada Tikus Putih Jantan. 2006;9:1–5.

Masir O, Manjas M, Putra AE, Agus S. Penelitian Pengaruh Cairan Cultur Filtrate Fibroblast (CFF) Terhadap Penyembuhan Luka ; Penelitian eksperimental pada Rattus Norvegicus Galur Wistar. 2012;1:112–7.

Dada IK, Damriyasa IM, Dewi IA. Bioaktivitas Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus Roseus) Terhadap Periode Epitelisasi Dalam Proses Penyembuhan Luka Pada Tikus Wistar.2013;58-75.

Herbie T. Kitab Tanaman Berkhasiat Obat 226 Tumbuhan Obat untuk Penyembuhan Penyakit dan Kebugaran Tubuh. Yogyakarta: Octopus Publishing House; 2015

Trubus.Trubus Info Kit: 100 Plus Herbal Indonesia, Bukti Ilmiah & Racikan. Vol. 11. Depok: PT. Trubus Swadaya; 2013

Arif A, Estuningtyas A. Farmakologi dan Terapi. Edisi 5. Jakarta: Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 2011

Angel D, Moray P, Storer J & Mwipatayi P. The Great Debate Over Iodine in Wound Care Continues: a Review of the Literature. Wound Practice and Research. 16(1):6-21. 2008

Syahdrajat T. Panduan Menulis Tugas Akhir Kedokteran & Kesehatan. Edisi 1. Jakarta: Prenadamedia Group; 2015

Nayak,BS and Lexley M Pinto Pereira..Catharanthus roseus Flower Extract has Wound-Healing Activity in Sprague Dawley Rats.BMC Complementary and Alternative medicine.6:41:2007

Scortichini M, and Pia Rossi M. Preliminary in vitro evaluation of the antimicrobial activity of terpenes andterpenoids towards Erwinia amylovora (Burrill). J Appl Bacteriol, 71:109-112;2007


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.



meine Website Besucher