Hubungan antara Frekuensi Pemberian ASI dan Ambulasi Dini Ibu Nifas dengan Involusi Uterus (Studi di Puskesmas Sitopeng Kota Cirebon)

Reni Gustine, Asyifa Tsulus Sandi

Sari


ABSTRAK

Latar Belakang: Kecepatan proses involusi diantaranya dipengaruhi oleh frekuensi pemberian ASI dan ambulasi dini. Salah satu komplikasi nifas adalah proses involusi yang tidak berjalan dengan baik (subinvolusi) yang dapat menyebabkan perdarahan dan infeksi. Hal tersebut merupakan 28% masalah penyebab kematian ibu postpartum dan angka kematian bayi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode yang bersifat analitik observasional dengan rancangan cross sectional, yang didahului dengan studi kuantitatif. Sampel adalah ibu nifas, sebanyak 66 orang, diambil dengan cara consecutive  sampling. Tinggi fundus uterus diukur dengan pitacentimeter atau pelvimeter dan frekuensi pemberian ASI dan ambulasi dini dari kuesioner. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil : Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa ada hubungan antara frekuensi pemberian ASI ( p value = 0,76, Korelasi Spearman= -0,220) dan orang yang tidak ambulasi dini  memiliki resiko 6 kali terkena subinvolusi dibandingkan yang melakukan ambulasi dini . Simpulan : Semakin sering frekuensi pemberian frekuensi ASI naik maka ukuran uterus makin mengecil. Ambulasi dini bermanfaat untuk proses  fisiologis involusi uterus pada ibu nifas.

Kata Kunci: Nifas, Frekuensi Pemberian ASI, Ambulasi dini..

 

ABSTRACT

Background: Speed the process of involution which is influenced by the frequency of breast-feeding and early ambulation. Complication is puerperium involution process that does not well (subinvolution) which can cause bleeding and Infection. That is cause of the problem 28% of postpartum maternal deat and infant mortality rate. Methods: This study used a observational analytic method, the cross-sectional design, which is preceded by a quntitative study. Samples were puerperal women, as many as 100 people, taken by total sampling. High fundus measured with tape centimeters or pelvimetry and frequency of breast-feeding and early ambulation of the questionnaire. The hypothesis was tested using correlation test. Result : The result of research obtained that there is corerrelation between frequency of breatfeeding (P value = 0, 76) and  those people who do not early ambulation risk 6 times greter risk sub involution than early ambulation. Conclusion : More often frequency of breastfeeding incrreases, the uterine size smaller. Early ambulation helpful for physiological processes in uterine involution puerperal women.

Keywords: Puerperium, breastfeeding frequency, early ambulation


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


KemenkesRI. Manajemen Laktasi Bagi Bidan dan Petugas Kesehatan di Puskesmas. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat; 2005.

RisetKesehatanDasar. Laporan Nasional. In: Kesehatan. Jakarta. 2013.

Yuliani. Analisis Pengaruh Faktor Perilaku Terhadap Cakupan ASI Eksklusif dengan Theory of Palnned Behavior dan Health Belief Model di Kabupaten Bojonegoro. Semarang: Universitas Diponogoro; 2009.

Tedjasaputra. Pemberian ASI Eksklusif: Suatu Tinjauan dari Sudut Psikologi. 2007.

Martini. Hubungan Insisasi Menyus Dini dengan Tinggi Fundus Uteri Ibu Post Partum Hari Ketujuh Kerja Puskesmas Kota Bumi II Lampung Utara. Jakarta: Indonesia; 2012.

Edmond. Delayed Breastfeeding Initiation Increases Risk of Neonatal Mortality Owusu- Agyei and Betty R Kirkwood. 2006; Seth DOI: 10.1542/peds.2005-149 Pediatrics.

Suradi. Pemberian ASI Eksklusif dan Kolostrum. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2009.

Sherwood L. Fisiologi Manusia dari Sel ke Sistem. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2012.

Guyton A. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2014.

Silvestre B, Kamimura , Arteche AC, Pancarci SM, Trigg T, et al. Postpartum suppression of ovarian activity with a Deslorelin implant enhanced uterine involution in lactating dairy cows. Animal Reproduction Science. 2099.

Saraswati. Perbedaan Efektivitas Senam Nifas dan Mobilisasi dini Terhadap Involusi Uterus. Semarang: Universitas Diponogoro; 2014.

Zhang J DL, Zhang HL, Hua GH, Han L, Zhu Y, et al. Effects of parity on uterine involution and resumption of ovarian activities in postpartum Chinese Holstein dairy cows. Journal of Dairy Science. 2010.

Derar R AA, Al-Sobayil FA. . The postpartum period in dromedary camels: Uterine involution, ovarian activity, hormonal changes, and response to GnRH treatment. Animal Reproduction Science. 2014;151(3–4):186-93.

Edlow AG NE. Endocrine Diseases of Pregnancy. Philadelphia2014.

F. Gary Cunningham NFG, Kenneth J. Leveno, Larry C. Hauth dan Katharine D. Wenstrom. Obstetri William. Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2010.

Haslam. Physical and physiological changes of labour and the puerperium. Physiotherapy in Obstetrics and Gynaecology. 2004.

Prawiroharjo S. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Bina Pustaka; Ilmu Kebidanan.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Print ISSN: 2089-6042 || e-ISSN : 2579-7514
counter kostenlos Flag Counter